Kata Wali Kota Sorong Lambert Jitmau soal PPKM dan Kasus Covid-19 yang Terus Melonjak
Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau mengaku belum mengambil keputusan apapun terkait rencana penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Wali-Kota-Sorong-Lambert-Jitmau.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau mengaku belum mengambil keputusan apapun terkait rencana penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Diketahui, Gubernur Dominggus Mandacan menyetujui penerapan PPKM di Papua Barat mulai 5 Juli 2021 sebagai upaya menekan lonjakan kasus Covid-19.
Meski kasus Covid-19 di Sorong mengalami peningkatan, Lambert mengaku belum mengambil keputusan apapun terkait PPKM.
"Saya belum mengambil keputusan apapun, harus dipertimbangkan dengan baik," ujar Lambert, Jumat (2/7/2021).
Untuk saat ini, Lambert menginginkan aktivitas warga tetap berjalan seperti biasa namun dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Baca juga: Soal PPKM, Wali Kota Lambert Jitmau: Kalau Saya Tutup Sorong, Ekonomi Papua Barat akan Lumpuh
Satu di antara faktor yang jadi pertimbangan Lambert adalah masalah ekonomi.
"Mengambil keputusan PPKM harus berpikir dampak yang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kehidupan masyarakat di Sorong Raya," tuturnya.
Apalagi, kata Lambert, segala macam kebutuhan masyarakat Sorong Raya diperoleh dari Kota Sorong.
"Saya bisa saja terapkan PPKM di Kota Sorong, tapi jangan sampai Sorong Raya akan lumpuh total," ucapnya.
"Segala macam yang dibutuhkan masyarakat Sorong Raya, berada di kota ini,."
"Saya tidak boleh gegabah langsung mengambil keputusan, tetap akan saya batasi semuanya."
Baca juga: 52 Tenaga Kesehatan di Sorong Positif Covid-19, Sebagian Besar adalah Nakes yang Tugas di Puskesmas
Sementara untuk masalah penerbangan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong.
"Masalah penerbangan saya bisa atur soal pembatasan penumpang," tutur Lambert.
Lambert mengatakan, pihaknya akan pertimbangkan agar penerbangan dari Makassar, Jawa, dan Jakarta ditutup sementara.
"Untuk penerbangan antar daerah di Papua Barat tetap dibuka, nanti saya bicarakan dengan pihak Bandara dan maskapai," imbuhnya. (*)