Sabtu, 11 April 2026

Kata Wali Kota Sorong Lambert Jitmau soal PPKM dan Kasus Covid-19 yang Terus Melonjak

Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau mengaku belum mengambil keputusan apapun terkait rencana penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)

Tayang:
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
zoom-inlihat foto Kata Wali Kota Sorong Lambert Jitmau soal PPKM dan Kasus Covid-19 yang Terus Melonjak
(Kompas.com/Fabian Januarius Kuwado)
Wali Kota Sorong Lambert Jitmau 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau mengaku belum mengambil keputusan apapun terkait rencana penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Diketahui, Gubernur Dominggus Mandacan menyetujui penerapan PPKM di Papua Barat mulai 5 Juli 2021 sebagai upaya menekan lonjakan kasus Covid-19.

Meski kasus Covid-19 di Sorong mengalami peningkatan, Lambert mengaku belum mengambil keputusan apapun terkait PPKM.

"Saya belum mengambil keputusan apapun, harus dipertimbangkan dengan baik," ujar Lambert, Jumat (2/7/2021).

Untuk saat ini, Lambert menginginkan aktivitas warga tetap berjalan seperti biasa namun dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: Soal PPKM, Wali Kota Lambert Jitmau: Kalau Saya Tutup Sorong, Ekonomi Papua Barat akan Lumpuh

Satu di antara faktor yang jadi pertimbangan Lambert adalah masalah ekonomi.

"Mengambil keputusan PPKM harus berpikir dampak yang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kehidupan masyarakat di Sorong Raya," tuturnya.

Apalagi, kata Lambert, segala macam kebutuhan masyarakat Sorong Raya diperoleh dari Kota Sorong.

"Saya bisa saja terapkan PPKM di Kota Sorong, tapi jangan sampai Sorong Raya akan lumpuh total," ucapnya.

"Segala macam yang dibutuhkan masyarakat Sorong Raya, berada di kota ini,."

"Saya tidak boleh gegabah langsung mengambil keputusan, tetap akan saya batasi semuanya."

Baca juga: 52 Tenaga Kesehatan di Sorong Positif Covid-19, Sebagian Besar adalah Nakes yang Tugas di Puskesmas

Sementara untuk masalah penerbangan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong.

"Masalah penerbangan saya bisa atur soal pembatasan penumpang," tutur Lambert.

Lambert mengatakan, pihaknya akan pertimbangkan agar penerbangan dari Makassar, Jawa, dan Jakarta ditutup sementara.

"Untuk penerbangan antar daerah di Papua Barat tetap dibuka, nanti saya bicarakan dengan pihak Bandara dan maskapai," imbuhnya. (*)

Berita lainnya terkait Covid-19

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved