Olahan Sagu Khas Raja Ampat Tak Hanya Papeda, Ada Gani Nu hingga Baha-baha

Berikut empat jenis makanan tradisional berbahan dasar sagu yang dibuat oleh masyarakat Desa Lopintol, Raja Ampat.

KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Baha-Baha, olahan sagu di Kampung Lopintol, Raja Ampat, Papua Barat. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Di Raja Ampat, Papua Barat, sagu masih menjadi bahan makanan pokok bagi masyarakat.

Tak melulu dijadikan pendamping lauk pauk, sagu juga bisa diolah menjadi makanan lain oleh masyarakat setempat.

Seperti kue, camilan,dan makanan ringan.

Dilansir Kompas.com, berikut empat jenis makanan tradisional berbahan dasar sagu yang dibuat oleh masyarakat Desa Lopintol, Raja Ampat:

Baca juga: Sejumlah Aktivitas Wisata yang Bisa Kamu Lakukan saat Liburan di Pulau Misool Raja Ampat

1. Papeda

Papeda merupakan makanan berupa bubur sagu yang kaya serat. Papeda rendah kolesterol dan bernutrisi.

Ada dua jenis sagu untuk membuat papeda, yaitu sagu basah dan sagu kering.

Sagu basah biasanya dicampur dengan air panas dan diaduk hingga kental seperti bubur.

Baik papeda dari sagu basah maupun sagu kering nikmat disantap dengan ikan kuah kuning, sayur pakis, daun melinjo dan bunga pepaya.

Keunikan terletak pada cara menikmatinya, yakni dengan cara dihisap melalui pinggiran piring sambil menyeruput kuah asam manis.

Baca juga: Sejumlah Fakta Menarik soal Raja Ampat, Ditemukan Tak Sengaja hingga Legenda Asal-usulnya

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved