Breaking News:

Ketersediaan Tabung Oksigen di Manokwari Makin Menipis, Ini Tanggapan Gubernur Papua Barat

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, memberikan tanggapan soal menipisnya stok tabung oksigen di Manokwari.

(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan - Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, memberikan tanggapan soal menipisnya stok tabung oksigen di Manokwari. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, memberikan tanggapan soal menipisnya stok tabung oksigen di Manokwari.

Mandacan menuturkan pengisian dan distribusi tabung oksigen ke masing-masing rumah sakit di Manokwari belum maksimal karena stok yang terbatas.

"Tadi sudah dievaluasi, memang di kita ada oksigen cuma belum maksimal," ujar Mandacan kepada TribunPapuaBarat.com, Senin (12/7/2021).

Mandacan mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan maksimal stok yang saat ini ada.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Papua Barat, dr Arnold Tiniap mengatakan banyak pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen.

Baca juga: Manokwari dan Sorong Harus Terapkan PPKM Darurat, Gubernur Papua Barat: Kita Ini Ada di Zona Merah

"Pasien positif Covid-19 kategori sedang lebih dari 30 orang dan berat 19 orang," ujar Tiniap kepada TribunPapuaBarat.com, Jumat (9/7/2021).

"Kalau satu pasien berat yang baru masuk, per harinya kita butuh 10 tabung oksigen," bebernya.

Tiniap menyebut jika ada 10 pasienĀ  Covid-19 dengan kondisi berat, maka rumah sakit akan butuh 100 tabung oksigen per hari.

"Pasien kategori sedang dan berat ini butuh oksigen dengan jumlah banyak," ucap Tiniap.

Baca juga: Ombudsman Papua Barat Minta Pemda Antisipasi Kelangkaan Tabung Oksigen: Butuh Gerak Cepat

Tiniap berharap masyarakat bisa lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran Covid-19.

"Masyarakat harus tertib terhadap protokol kesehatan, kalau masih abai nanti bukan hanya RSUD Provinsi Papua Barat yang tutup. Bisa jadi, semua rumah sakit akan tutup karena oksigen pun terbatas," imbuhnya. (*)

Berita terkait lainnya

Penulis: Safwan Ashari Raharusun
Editor: Astini Mega Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved