Breaking News:

Dilema Pedagang di Manokwari Selama Masa PPKM Darurat, ketika Mencari Nafkah Terbentur Aturan

Dampak penerapan PPKM Darurat di Manokwari, Papua Barat, turut dirasakan Subhan (31), pedagang sate di Jalan Esau Sesa, Distrik Manokwari Barat.

(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)
Subhan (31), pedagang sate di Jalan Esau Sesa, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Rabu (14/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Dampak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Manokwari, Papua Barat, turut dirasakan Subhan (31).

Subhan adalah warga Manokwari yang berprofesi sebagai penjual sate di Jalan Esau Sesa, Distrik Manokwari Barat.

Ia berjualan dengan sang istri di depan rumah sederhana miliknya.

Lima tahun berjualan, banyak suka duka yang ia lalui.

Pria asal Madura ini mengaku berjualan di masa PPKM Darurat sangat berbeda dengan berjualan di hari biasa.

Baca juga: Larang Warga Luar Daerah Masuk Kota Sorong Selama PPKM Darurat, Walkot: Pokoknya Tidak Ada Alasan

Jika sebelumnya warungnya dibuka dari pukul 17.00 hingga 23.00 WIT, kini harus tutup sampa pukul 20.00 WIT

Tak hanya itu, dalam aturan PPKM Darurat, pedagang juga tak boleh melayani makan di tempat

"Kita dibatasi, makan di tempat sekarang tidak boleh," tutur Subhan kepada TribunPapuaBarat.com, Rabu (14/7/2021).

Hal itu membuat penghasilannya menurun drastis.

Halaman
12
Penulis: Safwan Ashari Raharusun
Editor: Astini Mega Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved