Minggu, 26 April 2026

Kasus Positif Covid-19 Melonjak Tinggi, Stok Obat di RSUD Papua Barat Menipis

Stok obat-obatan untuk penanganan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Papua Barat, perlahan mulai menipis.

Tayang:
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Astini Mega Sari
zoom-inlihat foto Kasus Positif Covid-19 Melonjak Tinggi, Stok Obat di RSUD Papua Barat Menipis
TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun
Situasi di depan RSUD Provinsi Papua Barat - Stok obat-obatan untuk penanganan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Papua Barat, perlahan mulai menipis. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Stok obat-obatan untuk penanganan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Papua Barat, perlahan mulai menipis.

Berkurangnya pasokan obat itu terjadi di tengah kasus Covid-19 yang semakin meningkat.

Direktur RSUD Provinsi Papua Barat, dr Arnold Tiniap, mengatakan saat ini pasokan obat untuk pasien Covid-19 di rumah sakit provinsi telah berkurang.

"Kasus ini mulai terjadi di mana-mana, termasuk di luar Papua Barat pun demikian," ujar Tiniap saat dihubungi TribunPapuaBarat.com, Rabu (14/7/2021).

Ia mengaku, saat ini hampir semua jenis obat-obatan di RSUD Papua Barat, stoknya mulai berkurang.

Baca juga: Stok Obat-obatan untuk Penanganan Covid-19 di Sejumlah Distributor di Manokwari Kosong

Baca juga: Kasus Covid-19 di Papua Barat Bertambah 602, Rekor Kasus Harian Tertinggi Selama Pandemi

"Sudah mau menjelang satu minggu terakhir, pasokan obat untuk pasien Covid-19 mulai berkurang karena pemakaian di tingkat layanan meningkat," tuturnya.

Setiap harinya, jumlah pemakaian obat di RSUD Provinsi tergantung jumlah pasien dan gejala.

"Rata-rata setiap pasien Covid-19 wajib dikasih obat anti virus dan vitamin," ucapnya.

Selain itu, untuk gejala lain seperti batuk dan flu maka akan diberikan obat sesuai keluhan.

Sementara itu, saat ini, RSUD Provinsi Papua Barat sedang merawat lebih dari 90 pasien Covid-19 dengan tingkat gejala yang berbeda-beda. (*)

Berita terkait lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved