Breaking News:

Nilai Penyekatan Malam Hari di Manokwari saat PPKM Darurat Tak Efektif, Satgas: Dampaknya Kecil

Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnold Tiniap, menilai penyekatan di Manokwari selama PPKM Darurat tak efektif.

(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)
Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnold Tiniap - Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnold Tiniap, menilai penyekatan di Manokwari selama PPKM Darurat tak efektif. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnold Tiniap, menilai penyekatan di Manokwari selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat masih belum efektif.

Pasalnya, menurut Tiniap, yang harusnya ditertibkan adalah aktivitas masyarakat sepanjang hari bukan hanya malam hari saja.

"Aktivitas masyarakat sepanjang hari harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan mengurangi kerumunan," ujar Tiniap saat dihubungi TribunPapuaBarat.com, Jumat (16/7/2021).

"Hanya kelelawar saja yang berkeliaran di malam, kalau manusia secara biologis mereka sudah kembali ke rumah," tuturnya.

Baca juga: 60 Nakes di RSUD Provinsi Papua Barat Terpapar Covid-19

Tiniap menuturkan penertiban di malam hari hanya memiliki dampak kecil karena lebih banyak masyarakat yang beraktivitas dari pagi hingga sore.

Itulah mengapa penertiban prokes harus dilakukan sepanjang hari.

"Lakukan penertiban di malam hari dampaknya sangat kecil, tetapi yang penting adalah tertibkan prokes sepanjang hari," ucapnya.

Bila perlu, kata Tiniap, petugas haru memberi sanksi bagi masyarakat yang tidak taat prokes sepanjang hari.

"Untuk warung kalau kita baca aturannya, yang dibatasi makan di tempat bukan hanya malam, tetapi sepanjang hari termasuk siang," ungkap Tiniap.

"Percuma kalau kita sekat malam hari, tetapi prokes sepanjang hari tidak ditertibkan," imbuhnya.

Baca juga: Stok Obat untuk Penanganan Covid-19 di Manokwari Makin Menipis, Ini Kata Gubernur Papua Barat

Tiniap khawatir, jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut maka kasus Covid-19 tetap akan melonjak dan rumah sakit kewalahan.

"Nanti rumah sakit lumpuh, tidak ada oksigen dan obat, baru kita saling menyalahkan," pungkasnya. (*)

Berita lainnya terkait PPKM Darurat

Penulis: Safwan Ashari Raharusun
Editor: Astini Mega Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved