Breaking News:

Unipa Bawa Kasus Demo yang Berujung Ricuh di Kampus ke Jalur Hukum

Pihak Unipa Manokwari akan membawa kasus demo yang berujung dengan perusakan dan penganiaayan terhadap pegawai kampus ke ranah hukum.

(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)
Pihak Rektorat Unipa berkoordinasi dengan aparat keamanan terkait aksi demo yang berujung ricuh di Unipa. 

Sehingga, pihaknya memiliki kewenangan untuk meminta aparat keamanan masuk ke kampus demi melakukan penertiban.

"Itu didukung oleh senat 100 persen," tegas Fatem.

Baca juga: Rektor Unipa Bakal Keluarkan Mahasiswa yang Terlibat Demo dan Penganiaayan terhadap Pegawai Kampus

Sementara itu, Kapolres Manokwari AKBP Dadang Kurniawan, mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak rektor terkait laporan polisi yang dilayangkan Unipa.

"Sudah ditindaklanjuti dan hari ini kami laksanakan mulai dari olah TKP," tutur Dadang.

"Kami menindaklanjuti laporan yang telah dibuat, jadi tidak ikut ranahnya rektorat. Kami hanya melanjutkan apa yang dilaporkan," tegasnya.

Tunda Wisuda dan PKKMB

Suasana di depan Unipa Manokwari, pascaaksi demo massa yang berakhir ricuh, Rabu (21/7/2021).
Suasana di depan Unipa Manokwari, pascaaksi demo massa yang berakhir ricuh, Rabu (21/7/2021). ((TribunPapuaBarat.com/Safwan Raharusun))

Pascademo yang berakhir ricuh tersebut, Unipa juga memutuskan menunda kegiatan wisuda serta pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PKKMB).

"Sekitar 800 mahasiswa yang mau wisuda, harus kita tunda wisudanya," ujar Rektor Unipa, Meky Sagrim.

Baca juga: Unipa Manokwari Hentikan Seluruh Kegiatan Perkuliahan Pasca-Aksi Demo yang Berujung Ricuh

Sebab, lanjut Sagrim, orang yang bertanggungjawab dalam acara wisuda adalah Kepala Biro Perencanaan Akademik dan Kemahasiswaan, Kashudi.

Kashudi merupakan korban penganiayaan dalam aksi demo tersebut.

(*)

Berita terkait lainnya

Penulis: Safwan Ashari Raharusun
Editor: Astini Mega Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved