Kematian akibat Covid-19 Melonjak di Manokwari, Petugas Pemakaman: Hampir Tiap Hari Makamkan Jenazah

Angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, terus mengalami kenaikan.

Penulis: Safwan Ashari | Editor: Astini Mega Sari
(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)
Situasi tempat pemakaman pasien Covid-19 di Arfai, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, terus mengalami kenaikan.

Hal tersebut diakui oleh Rian Sandika (40), seorang petugas pemakaman pasien Covid-19 di Arfai Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari.

"Selama tiga minggu, saya melihat hampir tiap hari petugas melaksanakan pemakaman jenazah (pasien Covid-19)," ujar Rian kepada TribunPapuaBarat.com, Rabu (28/7/2021).

"Makam-makan itu (Muslim dan Kristen), semua hampir penuh semua," ungkap Rian.

Tingginya kasus kematian pasien Covid-19 tersebut membuat Rian mengajak seluruh masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Baca juga: Krisis Oksigen di Manokwari, Satgas Covid-19 Papua Barat: Saling Berebut, Siapa Cepat Dia Dapat

"Terutama yang masih berbaur di khalayak ramai, harus patuhi protokol kesehatan," tuturnya.

Tren kasus pasien meninggal dunia akibat Covid-19 di Papua Barat mengalami kenaikan.

Berdasarkan laporan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat, hingga Selasa 27 Juli 2021, penambahan pasien positif Covid-19 mencapai 273 orang.

Kota Sorong dan Kabupaten Manokwari memiliki kasus positif terbanyak.

Ada 83 orang di Kota Sorong dan 54 ornag di Kabupaten Manokwari. (*)

Berita lainnya terkait Covid-19

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved