Sosok 4 Pahlawan Nasional Perempuan, dari Cut Nyak Dien hingga RA Kartini

Tak hanya pria, banyak perempuan-perempuan Indonesia yang turut membela negara dan melawan penjajah.

KOMPAS.COM
Raden Ajeng Kartini 

Akhirnya pada tahun 1904, Dewi Sartika berhasil membuka sekolah dengan nama Sakola Istri (sekolah perempuan). Sekolah itu didirikan di ruang pendopo Kabupaten Bandung dan dibantu oleh dua orang saudaranya.

Sekolahnya berkembang pesat, sehingga menjadi nama Sakola Kautamaan Istri dan membuat organisasi Kautamaan Istri di Tasikmalaya. Kemudian pada tahun 1929 berganti lagi menjadi nama Sekolah Raden Dewi.

Saat terjadi agresi militer Belanda tahun 1947, Dewi Sartika turut berjuang melawan Belanda. Kondisi semakin genting dan mengharuskan Dewi Sartika mengungsi.

Akhirnya pada tanggal 11 September 1947 Dewi Sartika wafat di pengungsian dan diberi gelar kehormatan pada tanggal 1 Februari 1966.

4. Nyi Ageng Serang

Nyi Ageng Serang
Nyi Ageng Serang (Kemdikbud.go.id)

Nama aslinya Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi dan dipanggil Kustiyah. Ia lahir di Serang tahun 1752.

Saat Panembahan Serang menolak Perjanjian Giyanti yang dianggap merugikan rakyat, Belanda geram dan melakukan perang besar. Di situ Kustiyah membantu ayahnya untuk menahan serangan Belanda.

Namun, Kustiyah berhasil ditangkap dan dibawa ke Jogjakarta. Tak berapa lama, ia mampu melarikan diri.

Kustiyah pun bergabung dalam Perang Diponegoro karena dia tidak ingin negerinya terus dijajah oleh Belanda. Kustiyah terus berjuang dalam kondisi dipikul dengan tandu.

Baca juga: Silas Papare, Pahlawan Nasional yang Perjuangkan Pembebasan Papua dari Belanda

Oleh karena semangat dan kegigihannya, Kustiyah dikenal dengan nama Nyi Ageng Serang.

Dirinya dikenal memiliki taktik strategi perang yang hebat. Bahkan Pangeran Diponegoro menjadikannya sebagai penasihat dalam siasat perang.

Pada tahun 1828, Nyi Ageng Serang meninggal dunia pada usia 76 tahun. Saat itu perang masih berlangsung. Beliau menjadi salah satu contoh wanita Indonesia yang mempunyai semangat juang untuk membela tanah air.

Pada 13 Desember 1974, Nyi Ageng Serang dianugerahi gelar Pahlawan Indonesia. (*)

Berita lainnta terkait pahlawan nasional

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 4 Perempuan Pahlawan Nasional

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved