Breaking News:

Masih Buntu, Partai Koalisi Belum Bisa Kerucutkan 2 Nama Calon dalam Proses Pemilihan Wagub Papua

Proses penentuan dua nama calon Wakil Gubernur (Wagub) Papua di Partai Koalisi Lukas Enembe Klemen Tinal (Lukmen) Jilid II, belum menemui hasil.

Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
Ketua Tim Koalisi Papua Bangkit, Mathius Awaitouw. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Partai Koalisi Lukas Enembe Klemen Tinal (Lukmen) Jilid II belum berhasil menentukan dua nama calon Wakil Gubernur (Wagub) Papua.

Hingga Senin (9/8/2021) malam, partai koalisi yang terdiri dari Partai Demokrat, Golkar, Hanura, Nasdem, PAN, PPP, PBB, PKB dan PKPI, belum bisa mengerucutkan dua nama calon wagub.

"Sejauh ini masih enam nama," ujar Ketua Koalisi Lukmen Jilid II Mathius Awaitouw di Jayapura, Senin.

Keenam calon wakil gubernur itu di antaranya, Yunus Wonda, Kenius Kogoya, Abock Busup, Befa Yigibalom, Jhon Tabo, dan Paulus Waterpauw.

Awaitouw mengakui, kekosongan aturan mengenai proses pemilihan di partai koalisi menjadi kendala sehingga sulit menemukan solusi.

Baca juga: Lukas Enembe Minta Kursi Wagub Papua Segera Diisi, Ini Kata Plt Sekretaris DPD Partai Demokrat Papua

Menurut dia, undang-undang hanya mengatur proses pemilihan calon wakil kepala daerah ditentukan oleh partai koalisi dengan jumlah maksimal sebanyak dua nama untuk diajukan ke DPR.

"Kita sudah mengundang ahli hukum dari Uncen untuk menjelaskan solusi pemilihan," kata dia.

Awaitouw yang juga merupakan Ketua Umum DPD Nasdem Papua, meyakini proses pengerucutan dua nama calon wagub segera selesai.

"Kalau musyawarah tidak bisa maka kami akan lakukan voting," kata dia.

Sementara salah satu calon wagub Papua yang namanya diusung Nasdem, Befa Yigibalom menegaskan, Gubernur Papua Lukas Enembe tak boleh mengintervensi proses pemilihan di tingkat partai koalisi.

Baca juga: Harapan AJI Jayapura untuk Pengganti Wagub Papua Klemen Tinal: Jangan Antikritik

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved