Breaking News:

Sosok Pahlawan Nasional Bung Tomo, Pengobar Semangat Rakyat Surabaya saat Lawan Penjajah

Bung Tomo adalah pahlawan yang berjuang bersama rakyat Surabaya untuk bertempur melawan penjajah dengan jargon ikonik "merdeka atau mati".

(Dok. Kompas)
Bung Tomo berpidato Pada Rapat Umum B.P.R.I di Surabaya, pada tanggal 20 Mei 1950 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 tidak lepas dari sosok Bung Tomo.

Bung Tomo adalah pahlawan yang berjuang bersama rakyat Surabaya untuk bertempur melawan penjajah dengan jargon ikonik "merdeka atau mati".

Kata-kata itu berasal dari Bung Tomo, yang dicetuskannya ketika ia menggelorakan semangat para pejuang pada Pertempuran Surabaya, 10 November 1945. Di mana tanggal itu kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Kedatangan Sekutu yang Diboncengi NICA

Kedatangan pihak Sekutu yang diboncengi oleh NICA (Netherlands Indies Civil Administration) pada Oktober 1945 membuat rakyat Indonesia menjadi geram.

Proklamasi Kemerdekaan yang baru saja dicetuskan pada 17 Agustus 1945 seketika mendapatkan tantangan baru.

Rakyat dari berbagai daerah bersiap menghadapi kedatangan Belanda lagi.

Baca juga: Sosok Malahayati, Pahlawan Nasional yang Jadi Laksmana Laut Perempuan Pertama di Dunia

Selain melucuti senjata Jepang dan pasukannya, pihak Sekutu memang mempunyai misi lain, yaitu menancapkan kembali kolonialisme Belanda di Indonesia.

Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan laskar rakyat dari berbagai daerah bersiaga untuk berjuang sampai titik darah penghabisan.

Mereka tak mau jika kedaulatan Indonesia kembali ke tangan penjajah.

Halaman
1234
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved