Sosok Pahlawan Nasional Bung Tomo, Pengobar Semangat Rakyat Surabaya saat Lawan Penjajah

Bung Tomo adalah pahlawan yang berjuang bersama rakyat Surabaya untuk bertempur melawan penjajah dengan jargon ikonik "merdeka atau mati".

(Dok. Kompas)
Bung Tomo berpidato Pada Rapat Umum B.P.R.I di Surabaya, pada tanggal 20 Mei 1950 

Semua penjara dibuka, tawanan dibebaskan dan mereka yang ditahan atas tuduhan politik dan pidana bergabung menjadi satu dalam barisan massa di dalam Kota Surabaya.

Bung Tomo tampil sebagai pimpinan yang mengobarkan semangat perlawanan, terutama bagi Pemuda Republik Indonesia (PRI) yang didirikan pada September 1945.

Siaran Bung Tomo mulai melanglang ke berbagai radio di Surabaya. Buku Indonesia dalam Arus Sejarah Edisi ke-6 menjelaskan, siaran Bung Tomo selalu dibuka dengan "Allahu Akbar! Allahu Akbar!", yang berhasil menggerakan hati warga, terutama masyarakat santri di Surabaya.

Orasi penyemangat Bung Tomo dibarengi dengan Resolusi Jihad yang disuarakan Nahdlatul Ulama (NU).

Resolusi Jihad yang merupakan deklarasi yang disampaikan pimpinan NU, KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 menyerukan perlawanan terhadap upaya penjajahan.

Bung Tomo dengaan "jihad radio" mampu membakar semangat warga Surabaya untuk bertempur.

Baca juga: 5 Pahlawan Nasional dari Papua dan Papua Barat, dari Silas Papare hingga Machmud Singgeri Rumagesan

Bahkan, Bung Tomo mengikrarkan janji bahwa dirinya tak akan menikah sebelum Belanda terusir dari Indonesia.

Sikap itu merupakan sebuah keprihatinan yang ditunjukan pemimpin dan tanggung jawab seorang Revolusioner.

Salah Paham Sekutu

Di tentara Sekutu sempat muncul kesalahpahaman fatal.

Muncul kesalahan koordinasi antara Brigjen AWS Mallaby dengan Royal Air Force atau Angkatan Udara Inggris.

RAF sempat menyebarkan imbauan agar senjata Jepang yang disita Indonesia harus diserahkan kepada Sekutu tanpa sepengetahuan Mallaby.

Rakyat marah dan bersiap. Pasukan TKR mulai membentuk barisan.

Akibatnya, AWS Mallaby tewas dalam sebuah insiden yang menyebabkan mobilnya juga terbakar.

Baca juga: Pahlawan Nasional Jenderal Soedirman, Panglima di Masa Revolusi Nasional yang Gerilya Lawan Belanda

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved