5 Pahlawan Nasional dari Papua dan Papua Barat, Frans Kaisiepo hingga Machmud Singgeri Rumagesan

Dari Tanah Papua, lahir sejumlah pahlawan nasional yang memiliki peran penting bagi kemerdekaan Indonesia.

Kemendikbud
Frans Kaisiepo 

Di Sorong, Machmud Singgirei Rumagesan merencanakan pemberontakan dengan bekal 40 pucuk senjata Heiho, pasukan bangsa Indonesia yang dibentuk Jepang.

Namun, rencananya tersebut gagal. Ia dimasukkan ke sel isolasi selama enam bulan. Bahkan, Machmud Singgirei Rumagesan hampir dihukum mati dengan cara ditembak pada 2 Mei 1949.

Namun setelah desakan dari berbagai pihak, hukuman mati diubah menjadi hukuman seumur hidup pada 5 Desember 1949.

Baca juga: Sultan Baabullah, Pahlawan Nasional yang Berjuang Usir Penjajah Protugis dari Maluku

Selama dipenjara, ia telah berpindah dari satu penjara ke penjara lain, seperti Saparua, Sorong-Doom, Manokwari, Hollandia hingga diasingkan ke Makassar.

Salah satu perlawanan yang dilakukan adalah saat Machmud Singgirei Rumagesan memimpin Gerakan Tjendrawasih Revolusioner Irian Barat pada 1953 setelah ia dibebaskan dari penjara.

Gerakan yang ia pimpin ini bertujuan untuk membantu Pemerintah Republik Indonesia merebut dan memperjuangkan pembebasan Irian Barat dari kolonial Belanda.

Perjuangan Machmud berbuah manis. Pada 24 Desember 1949, Irian Barat dinyatakan merdeka dari Belanda setelah diputuskan di Konferensi Meja Bundar (KMB).

Saat ikut Kongres Nasional untuk perdamaian di Jakarta, Machmud menyerukan agar Irian harus kembali ke Indonesia.

5. Johanes Abraham Dimara

Johanes Abraham Dimara ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 8 November 2010. Ia lahir di Korem, Biak Utara, Papua pada 16 April 1916 dengan nama Arabel.

Saat ia berusia 13 tahun, Dimara diangkat sebagai anak oleh Elias Mahubesi, anggota polisi Ambon.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan setingkat SD pada tahun 1930 dan melanjutkan sekolah pertanian di Laha.

Ia lalu sekolah agama (Injil) dari tahun 1935 hingga 1940. Sebagai seorang lulusan agama, Dimara bekerja sebagai guru Injil di Kecamatan Leksuka, Pulau Buru.

Baca juga: Ki Hadjar Dewantara, Pahlawan Nasional yang Jadi Bapak Pendidikan Bangsa

Tahun 1946, Dimara ikut serta dalam pengibaran bendera merah putih di Namlea, Pulau Buru. Ia juga turut memperjuangkan pengembalian wilayah Irian Barat ke tangan Republik Indonesia.

Pada tahun 1054, Dimara yang menjadi anggota TNI dan menjabat sebagai Ketua Organisasi Pembebasan Irian Barat ditangkap oleh tentara Kerajaan Belanda.

Ia dibuang ke Digul dan dibebaskan pada tahun 1960.

Johannes Abraham Dimara meninggal di usia 84 tahun, 20 Oktober 2000 di Jakarta. (*)

Berita lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mengenal Para Pahlawan Nasional dari Papua

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved