Breaking News:

Petani di Manokwari Racuni Temannya hingga Tewas, Polisi: Pelaku Pakai Racun dari Tumbuh-tumbuhan

Polres Manokwari, Papua Barat, kembali mengungkap fakta baru kasus petani meracuni temannya sendiri di Distrik Warmare pada bulan Juli lalu.

(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)
Kasat Reskrim Polres Manokwari Iptu Arifal Utama - Polres Manokwari, Papua Barat, kembali mengungkap fakta baru kasus petani meracuni temannya sendiri di Distrik Warmare pada bulan Juli lalu. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Polres Manokwari, Papua Barat, kembali mengungkap fakta baru kasus petani meracuni temannya sendiri di Distrik Warmare pada bulan Juli lalu.

Kasat Reskrim Polres Manokwari Iptu Arifal Utama mengatakan, pelaku YU (31) menggunakan racun tradisional untuk menghabisi nyawa korban CW.

"Pelaku menggunakan racun dari tumbu-tumbuhan," ujar Arifal saat dihubungi TribunPapuaBarat.com, Kamis (12/8/2021).

Ia menjelaskan, racun tersebut sudah sering dibuat oleh masyarakat sekitarnya.

Baca juga: Tega Meracuni Temannya Sendiri hingga Tewas, YU Ditangkap Tim Avatar Polres Manokwari

"Pastinya, kita mau mengecek jenisnya seperti apa. Hingga saat ini saya juga belum lihat bentuknya," tutur Arifal.

"Kita tetap akan mencari tau kebenarannya soal racun yang digunakan oleh pelaku YU," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Tim Avatar Sat Reskrim Polres Manokwari telah mengamankan seorang pelaku yang berinisial YU.

YU ditangkap di rumahnya di Kampung Gantui, Distrik Warmare.

"Dari keterangan awal, pelaku membunuh korban dengan cara diracuni," ujar Arifal kepada sejumlah awak media, Selasa (10/8/2021).

Baca juga: 4 Fakta Suami Bunuh Istri, Bermula dari Chat di HP Korban hingga Pelaku Sempat Buat Skenario Palsu

Saat ini, pihaknya sedang mendalami kasus tersebut.

"Dugaan sementara pelaku membunuh korban, motif awalnya adalah dendam," tutur Arifal.

"Saksi-saksi masih kita lakukan pendalaman, termasuk pelaku."

Ia menuturkan, kasus tersebut dilaporkan pada Juli 2021.

"Kita temukan mayat korban awal bulan Juli, di Sungai Wariori, Manokwari," jelas Arifal. (*)

Berita lainnya

Penulis: Safwan Ashari Raharusun
Editor: Astini Mega Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved