Breaking News:

Satu Warga Patah Tulang dan Terluka karena Ledakan Tabung Oksigen yang Diisi Ulang, Ini Kata Dinkes

Insiden tabung gas oksigen meledak saat diisi ulang membuat Yohanes, warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat, terluka di wajah dan patah tulang.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Warga mengantre untuk mengisi ulang tabung oksigen di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (28/6/2021). Peningkatan kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta membuat permintaan isi ulang maupun pembelian tabung oksigen meningkat. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Insiden tabung gas oksigen meledak saat diisi ulang membuat Yohanes, warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat, terluka di wajah dan patah tulang di bagian tangannya, Kamis (12/8/2021).

Peristiwa tersebut terjadi saat puluhan warga mengantre di depot oksigen PT Baja Sarana, Jalan Antasari.

“Kejadian terjadi pukul 10.00 WIB. Saat itu, warga sedang antre mengisi oksigen untuk pasien isoman,” terang Daniel, pimpinan PT Baja Sarana.

Baca juga: Tabung Oksigen untuk Pasien Covid-19 Meledak saat Diisi, Pekerja Alami Patah Tulang Tangan

Sementara itu, korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Antonius Pontianak untuk menjalani operasi karena mengalami luka robek kening dan patah di pergelangan tangan kanan.

Pasca-insiden itu, Daniel terpaksa menghentikan sementara layanan pengisian oksigen.

“Proses pengisian mulai sekarang kita setop dulu untuk evaluasi. Tabung harus dicek benar-benar. Tak boleh ada minyak. Ini ada minyaknya," tutup Daniel.

Tanggapan Dinas Kesehatan Pontianak

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson, pihaknya telah menerima informasi terkait insiden itu.

Menurutnya, kecelakan kerja itu bisa disebabkan berbagai faktor, di antaranya karena tabung oksigen mungkin tidak standar dan penutup keran tidak kuat.

"Saat kita mengisi oksigen, keran atau selang lepas sehinga menghantam tubuh atau wajah orang yang mengisi itu bisa karena tabung gas tidak standar, akibatnya diisi tabung jebol," kata Harisson kepada wartawan, Kamis siang.

Halaman
12
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved