Sosok Teuku Umar, Pahlawan Nasional yang Pura-pura Jadi Kaki Tangan Belanda demi Mengelabui Penjajah

Teuku Umar merupakan salah seorang pahlawan nasional dan sebagai pemimpin perang di Aceh dari tahun 1873-1899.

Kebudayaan.kemdikbud.go.id
Teuku Umar bersama pasukannya 

Atas jasanya, Belanda menganugerahi gelar Teuku Umar Johan dan mengangkatnya sebagai komandan pasukan Belanda yang memiliki kekuasaan penuh.

Dari situ dirinya terus mempelajari cara dan siasat Belanda sambil mengganti setiap orang Belanda sambil mengganti setiap orang Belanda di unit yang dia kuasai dengan pasukan dari Aceh.

Perjuangan Tak Sia-sia

Pada tanggal 30 Maret 1896, Teuku Umar segera menarik pasukannya dari pios yang dikuasai Belanda.

Perlengakapan perang Belanda seperti 800 senjata, 25.000 butir peluru, 500 kilogram amunisi, dan sejumlah uang dapat diambil alih oleh Teuku Umar.

Baca juga: 5 Pahlawan Nasional dari Papua dan Papua Barat, Frans Kaisiepo hingga Machmud Singgeri Rumagesan

Perlahan Belanda mengetahui kebohongan dan pengkhianatan Teuku Umar.

Akhirnya Belanda melakukan operasi besar-besaran untuk memburu Teuku Umar dan pasukannya. Usaha Belanda tak membuahkan hasil.

Teuku Umar dan pasukannya ternyata sulit ditaklukkan.

Pasukan Teuku Umar terus mengadakan perlawanan melawan penjajah.

Daerah Banda Aceh dan Meulaboh dapat dikuasai Teuku Umar dan pasukannya.

Merasa tak bisa melumpuhkan Teuku Umar, Jenderal van Heutz dari Belanda menggunakan cara licik untuk menangkap Teuku Umar.

Jenderal Heutz menyewa orang Aceh bernama Teuku Leubeh untuk memata-matai strategi Teuku Umar dan pasukannya.

Dari informasi tersebut, Belanda mengetaui rencana Teuku Umar.

Baca juga: Sultan Hasanuddin, Pahlawan Nasional yang Dijuluki Belanda sebagai Ayam Jantan dari Timur

Gugur Dalam Pertempuran

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved