5 Pahlawan Nasional asal Tanah Papua yang Perjuangkan Kembalinya Irian Jaya ke Indonesia

Dari Tanah Papua, lahir sejumlah pahlawan nasional yang memiliki peran penting dalam kembalinya wilayah Irian Jaya (sekarang Papua-red) ke Indonesia.

Grid.ID
Pahlawan Nasional asal Papua, Silas Papare 

Marthen Indey ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada September 1993. Namanya dijadikan sebagai nama rumah sakit tentara di Jayapura,

Marthen lahir di Doromena, Papua pada 16 Maret 1912 dengan nama Soroway Indey. Setelah dibaptis, ia menggunakan nama Marthen.

Marthen Indey banyak dipengaruhi oleh Johanes Bremer, seorang misionaris Ambon yang dikirim Belanda untuk menyebarkan agama Kristen di New Guinea.

Pada 1926, Indey berhasil menyelesaikan sekolahnya dan melanjutkan sekolah Angkatan Laut di Makassar, yaitu Kweekschool voor Indische Schepelingen.

Ia pun lulus dari sekolah tersebut pada 1932.

Setelah menjalankan tugas pelayaran pertamanya, Indey memutuskan meninggalkan karier angkatan lautnya dan menjadi perwira polisi.

Baca juga: Sosok Pahlawan Nasional Cut Nyak Dien, Pejuang Wanita Membuat Belanda Khawatir

Pada 1934, ia pun mendaftar di akademi polisi di Sukabumi, Jawa Barat dan menyelesaikan pelatihannya pada tahun 1935.

Ia sempat telibat pemberontakan saat membebaskan Soegoro dari penjara Hollandia. Kematian salah satu anak buahnya membuat Marthen Indey marah kepada Belanda.

Ia pernah dikirim ke New York untuk berpartisipasi dalam negosiasi yang menghasilkan Perjanjian New York, yakni Irian Jaya bergabung ke Indonesia.

Marthen Indey meninggal di Jayapura pada 17 Juli 1086.

4. Machmud Singgeri Rumagesan

Machmud Singgirei Rumagesan
Machmud Singgirei Rumagesan (Direktorat Kementerian Sosial)

Machmud Singgeri Rumagesan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2020. Ia lahir di Kokas pada 27 Desember 1885 dan menjadi raja muda diusia 21 tahun.

Dua tahun kemudian, ia menjabat sebagai Raja Sekar di Fakfak, dengan gelar Raja Al Alam Ugar Sekar (Raja yang lahir dan tumbuh tanpa pengaruh dan kuasa dari kerjaan lain)

Ia bersama Raja Rumbati, Ibrahim Bauw, menyerukan perlawanan dengan jihad fisabilillah menentang penjajahan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved