Letjen S. Parman, Pahlawan Revolusi Korban G30S yang Merupakan Adik Tokoh PKI

Letnan Jenderal TNI Anumerta Siswondo Parman atau yang dikenal S. Parman adalah salah satu Pahlawan Revolusi Indonsia asal Wonosobo, Jawa Tengah. 

(Wikipedia)
Letjen TNI S. Parman 

Pada malam 30 September - 1 Oktober, tidak ada penjaga yang mengawasi rumah S. Parman di Jalan Syamsurizal No. 32. 

Pada waktu pagi hari, sekitar pukul 4, S. Parman dan istrinya terbangun karena mendengar sebuah suara dari samping rumah mereka. 

S. Parman pun pergi untuk menyelidiki. Sesaat kemudian, ia melihat ada 24 pria dalam seragam Cakrabirawa (penjaga istana) menuju ke ruang tamu. 

Baca juga: Jenderal Soedirman, Pahlawan Nasional yang Tetap Gerilya Lawan Belanda dalam Kondisi Sakit

Mereka mengatakan bahwa S. Parman harus dibawa untuk bertemu dengan Presiden. Sekitar 10 orang pergi ke kamar tidur saat S. Parman tengah berpakaian. 

S. Parman pun meminta sang istri untuk menelepon komandannya, Ahmad Yani. Tetapi kabel telepon sudah diputus. 

Ia kemudian dimasukkan ke dalam truk dan dibawa ke basis gerakan di Lubang Buaya. 

Malam itu, bersama para tentara lain, S. Parman ditembak mati dan tubuhnya dibuang ke sumur bekas. 

Tubuh semua korban hari itu ditemukan pada 4 Oktober. Pemakaman kenegaraan pun diberikan pada 5 Oktober. 

Sebelum S. Parman disemayamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, di hari yang sama, melalui SK Presiden Nomor 111/KOTI/1965, Presiden Soekarno mengukuhkan S. Parman sebagai Pahlawan Revolusi. (*)

Berita lainnya terkait pahlawan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul S. Parman: Masa Muda, Karier Militer, dan Akhir Hidup

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved