Pahlawan Revolusi Lettu Pierre Tendean, Ajudan Jenderal AH Nasution yang Jadi Korban Peristiwa G30S

Lettu Pierre Andreas Tendean menjadi satu di antara korban dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G-30S).

Kompas.com
Lettu Pierre Andreas Tendean 

Pierre Tendean merupakan keturunan Minahasa dan Perancis. Ibunya Maria Elizabeth Cornet yang merupakan keturunan Perancis-Belanda

Sementara ayahnya Aurelius Lammert (A.L) Tendean berdarah Minahasa Sulawesi Utara yang merupakan seorang dokter di rumah sakit Pierre Tendean lahir.

Ia memperoleh pendidikan dasar di Sekolah Rakyat (SR) Boton Magelang pada 1945, kemudian melanjutkan pendidikan di tingkat SMP Negeri 1 Semarang pada 1952.

Selepas lulus SMP masuk di SMA Bagian B jurusan Ilmu pasti Semarang pada 1955. Setelah lulus SMA, Pierre Tendean bergabung dengan Akademi Militer.

Tekad menjadi soerang perwira sudah menjadi cita-citanya, padahal keluagarnya ingin agar Pierre Tendean menjadi insiyur.

Baca juga: D.I. Pandjaitan, Pahlawan Revolusi yang Bongkar Rahasia Pengiriman Senjata untuk PKI

Karir militernya cukup bangus, ia lulus dar Akademi Milier pada 1961 dengan pangkat Letnan Dua.

Selanjutnya menjadi Komandan Pleton Batalyon Zeni Tempur 2 Kodam II/Bukit Barisan di Medan

Ia juga mengikuti pendidikan di sekolah intelejen di Bogor satu tahun kemudian.

Lulus dari sekolah intelejen, ia bertugas Dinas Pusat Intelijen Angkatan Darat (DIPIAD) untuk menjadi mata-mata ke Malaysia sehubungan dengan konfrontasi antara Indonesia dengan Malaysia.

Pierre Tendean bertugas memimpin sekelompok relawan di beberapa daerah untuk menyusup ke Malaysia.

Menjadi Ajudan Jenderal AH Nasution

Pada 15 April 1965, Pierre Tendean dipromosikan menjadi letnan satu, dan ditugaskan sebagai ajudan Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution.

Pierre Tendean menggantikan Kapten Kav Adolf Gustaf Manullang ajudan AH Nasution sebelumnya yang gugur dalam misi perdamaian di Kongo Afrika 1963.

Baca juga: Letjen S. Parman, Pahlawan Revolusi Korban G30S yang Merupakan Adik Tokoh PKI

Pribadi yang begitu hidup dan sifat kestaria yang sudah terpancar semenjak kecil adalah alasan AH Nasution menunjuk Pierre Tendean sebagai ajudannya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved