Breaking News:

Pemilik Hak Ulayat Palang Tempat Pemakaman Pasien Covid-19: Pemkot Sorong Belum Selesaikan Sengketa

Sejumlah masyarakat adat yang merupakan pemilik hak ulayat melakukan aksi pemalangan di tempat pemakaman pasien Covid-19 di Kota Sorong.

(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)
Kondisi terkini tempat pemakaman pasien Covid-19 di Sorong yang dipalang oleh masyarakat pemilik hak ulayat 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Sejumlah masyarakat adat yang merupakan pemilik hak ulayat melakukan aksi pemalangan di tempat pemakaman pasien Covid-19 di Kota Sorong, Papua Barat.

Pemalangan tersebut disinyalir lantaran tak ada ganti rugi lahan imtek bak air, dan tanah makam kuburan Covid-19 dari pihak pemerintah Kota Sorong.

Absalon Malaseme (46), pemilik hak ulayat dan juga Ketua Himpunan Pribumi se-Sorong Raya, mengatakan tempat tersebut merupakan area sengketa antara dua keret atau marga.

Kondisi terkini tempat pemakaman pasien Covid-19 di Sorong yang dipalang oleh masyarakat pemilik hak ulayat
Kondisi terkini tempat pemakaman pasien Covid-19 di Sorong yang dipalang oleh masyarakat pemilik hak ulayat ((TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun))

"Pemerintah Kota Sorong secara diam-diam telah membuat sertifikat atas tanah ini," ujar Malaseme kepada sejumlah awak media, di lokasi pemakaman Covid-19, Rabu (1/9/2021).

"Namun, tanpa menyelesaikan sengketa tanah antara kedua keret yakni Malaseme dan Malibela Klawalu," ungkapnya.

Baca juga: Sopir Angkot Keluhkan Sulitnya Dapat BBM Premium di Sorong: Baru Mau Masuk SPBU, Sudah Habis

Sehingga, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kota segera selesaikan persoalan tersebut supaya tidak menciptakan sebuah kegaduhan dikemudian hari.

"Kita tidak melarang orang untuk dikuburkan di sini, namun jangan sampai hak-hak masyarakat adat itu terabaikan," ucap Malaseme.

"Orang suku Moi tidak pernah melakukan hal-hal seperti ini. Tetapi alangkah baiknya harus datang dan duduk satu meja, kemudian bicara," imbuhnya.

Kendati demikian, kata Malaseme, hingga kini tak ada itikad baik dari Pemerintah Kota Sorong untuk menyelesaikan persoalan tanah tersebut.

Halaman
12
Penulis: Safwan Ashari Raharusun
Editor: Astini Mega Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved