PON XX Papua

Kementerian PUPR Pastikan Pembangunan Venue PON XX Papua Dilakukan secara Cermat, Ini Penjelasannya

Delapan lokasi olahraga (venue) untuk Pekan Olahraga (PON) XX Papua 2021 sudah rampung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dok. Humas Kemenkominfo
Poster PON XX Papua 2021 dengan latar belakang Stadion Lukas Enembe 

Diana kembali melanjutkan untuk pembangunan total delapan lokasi olahraga PON XX Papua 2021, pemerintah pusat telah menggelontorkan biaya APBN hingga sekitar Rp 950 miliar.

Rinciannya, Arena Akuatik yang dibangun PT Waskita Karya (Persero) menelan biaya Rp 401 miliar.

Bangunan ini dilengkapi fasilitas pool sesuai standar FINA.

Biaya pembangunan Istora Papua Bangkit oleh PT PP (Persero) pada lahan seluas 33.016 meter persegi di kawasan Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura mencapai Rp 278,5 miliar.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Warga Papua dan Atlet PON XX 2021 Dipercepat, Ini Alasannya

Di kompleks ini, ada juga Stadion Utama Lukas Enembe berikut fasilitas berstandar internasional berikut sarana pendukung lapangan latihan atau pemanasan dan area parkir.

PT Nindya Karya yang membangun arena kriket luar dan dalam stadion pada lahan seluas 133.509 meter persegi menyedot biaya hingga Rp 288,3 miliar.

Diana melanjutkan, PUPR juga sudah tuntas membangun arena sepatu roda di atas lahan seluas 26.520 meter persegi dengan luas bangunan 6.067 meter persegi di daerah Bumi Perkemahan Waena, Kota Jayapura.

Di arena itu, selesai dibangun juga tribun berkapasitas 650 orang, sistem penerangan untuk lintasan 1.501 lampu, dan penerangan zona aman (safe zone) 449 lampu, sistem tata suara, dan papan skor.

PUPR lanjut Diana sudah selesai membangun sarana olahraga dayung dekat Jembatan Merah Youtefa yang membentang di Teluk Youtefa.

Pada lokasi olahraga yang merupakan wilayah reklamasi, ada gudang perahu, gangway, dan menara finish.

Baca juga: Stadion Lukas Enembe Bakal Jadi Lokasi Upacara Pembukaan dan Penutupan PON XX Papua 2021

Sementara, di area perairan ada menara start, menara pantau, penanda jarak, pancang penahan, dan kawasan rintangan lomba kano.

Di arena dayung, Nindya Karya membangun lintasan sepanjang 2.200 meter dengan lebar 81 meter untuk 9 lintasan.

Biaya pembangunan arena dayung sebesar Rp 16.9 miliar.

Berikutnya adalah arena panahan di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, ujar Diana.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved