Pahlawan Revolusi Letjen S. Parman, Adik Tokoh PKI yang Jadi Korban Peristiwa G30S

Letnan Jenderal TNI Anumerta Siswondo Parman atau yang dikenal S. Parman adalah salah satu Pahlawan Revolusi Indonsia asal Wonosobo, Jawa Tengah. 

(Wikipedia)
Letjen TNI S. Parman 

Ia sendiri diangkat menjadi Kepala Staf Markas Besar Polisi Tentara (MBT) di Yogyakarta dengan pangkat kapten. 

Pada 1948, S. Parman sempat ditangkap akibat kesalahpahaman.  Sang kakak, Ir. Sakirman, ikut dalam pemberontakan PKI di Madiun. 

Saat itu, S. Paraman sedang menjabat sebagai Kepala CPM (Corps Polisi Militer) Markas Besar Komando Jawa tidak dapat menyembunyikan dan membantu pemberontak. 

Namun, S. Parman dibebaskan setelah terbukti tidak bersalah.

Empat tahun kemudian, 1949, ia diangkat menjadi Kepala Staf untuk Gubernur Militer Jabodetabek dan dipromosikan menjadi mayor.

Baca juga: Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani, Target Utama Peristiwa Gerakan 30 September

Pada masa jabatannya ini, S. Parman berhasil menggagalkan plot oleh Angkatan Perang Ratu Adil atau APRA, kelompok pemberontak yang dipimpin Raymond Westerling. 

Saat itu, APRA berencana untuk membunuh komandan menteri pertahanan dan angkatan bersenjata.

Pada 1951, S. Parman dikirim ke Sekolah Polisi Militer di Amerika Serikat untuk mengikuti pelatihan lebih lanjut. 

11 November 1951, S. Parman diangkat menjadi komandan Polisi Militer Jakarta. 

Kemudian, S. Parman menduduki sejumlah posisi di Polisi Militer Nasional dan Departemen Pertahanan Indonesia sebelum dikirim ke London sebagai atase militer Kedutaan Indonesia. 

Pada 28 Juni, dengan pangkat Mayor Jenderal, S. Parman diangkat menjadi asisten pertama dengan tanggung jawab untuk intelijen untuk Kepala Staf Angkatan Darat Letjen Ahmad Yani.

Akhir Hidup

S. Parman menjadi salah satu korban yang tewas terbunuh dalam Gerakan 30 September (G30S).

S. Parman dituduh sebagai anggota Dewan Jenderal yang akan mengudeta Presiden Soekarno.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved