Pahlawan Revolusi D.I. Pandjaitan, Korban G30S yang Pernah Gagalkan Penyelundupan Senjata untuk PKI

Mayor Jenderal TNI Anumerta Donald Isaac Panjaitan atau yang biasa disebut D.I. Pandjaitan adalah salah satu pahlawan revolusi Indonesia.

Wikipedia
D.I. Pandjaitan 

Di hari itu, berita proklamasi baru sampai di telinga pemuda di Riua.

Residen Riau pun menghubungi Hasan Basri, kawan dekat D.I. Pandjaitan, agar turut membentuk BKR juga di Riau.

Tanpa menunggu lama, Pandjaitan bersama para pemuda lainnya pun bergabung dalam BKR di Riau.

Dalam BKR, Pandjaitan dipercaya menjadi kepala urusan Latihan.

Baca juga: Daftar Pahlawan Revolusi Indonesia yang Gugur dalam Peristiwa Gerakan 30 September 1965

Tentara Keamanan Rakyat (TKR)

Beberapa bulan kemudian, setelah TKR diresmikan, Pandjaitan menjabat sebagai Komandan Batalyon di Resimen IV Riau berpangkat Mayor.

Pada akhir 1945, ia diangkat menjadi Kepala Pertahanan Kota Pekanbaru.

Pada 1948, ia menjadi Komandan Pendidikan Divisi IX/Banteng di Bukittinggi.

Sewaktu Belanda melancarkan aksi Agresi Militer Belanda II, Pandjaitan diangkat menjadi Pimpinan Perbekalan Perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Kemudian, setelah kedaulatan Indonesia diakui oleh Belanda, Pandjaitan diangkat menjadi Kepala Staf Operasi Tentara dan Teritorium (T&T) I Bukit Barisan di Medan.

Prestasi

Pada 1956, Pandjaitan mengikuti kursus militer Atase (Milat) atau sebuah jabatan di lingkungan kedutaan besar suatu negara.

Ia ditugaskan menjadi Atase Militer RI di Bonn, Jerman Barat. Ketika jabatannya berakhir, ia pun kembali ke Indonesia.

Beberapa tahun kemudian, 1962, Pandjaitan ditunjuk menjadi Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad).

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved