Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Hasil Studi Sebut Orang yang Tak Divaksin akan 11 Kali Lebih Mungkin Meninggal karena Covid-19

CDC AS menyebutkan bahwa menurut studi terbaru, orang yang tidak divaksin akan 11 kali lebih mungkin meninggal karena Covid-19.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 - CDC AS menyebutkan bahwa menurut studi terbaru, orang yang tidak divaksin akan 11 kali lebih mungkin meninggal karena Covid-19. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyebutkan bahwa menurut studi terbaru, orang yang tidak divaksin akan 11 kali lebih mungkin meninggal karena Covid-19.

Hasil studi ini dirilis pada Jumat (10/9/2021) lalu yang menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 tetap sangat efektif melindungi dari infeksi parah dan potensi rawat inap, serta kematian akibat Covid-19.

Bahkan, ketika varian Delta yang sangat menular telah mendominasi penularan di Amerika Serikat, yang telah menyebabkan peningkatan kasus Covid-19 dengan sangat cepat di negara tersebut.

Dilansir dari Medical Xpress, Minggu (12/9/2021), studi ini melacak lebih dari 600.000 kasus Covid-19 di 13 negara bagian dari April hingga pertengahan Juli 2021.

Tenaga kesehatan dari TNI Angkatan Udara (AU) dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi melakukan vaksinasi Covid-19 di Mal Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/7/2021). Serbuan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan TNI AU bersama Pemerintah Kota Bekasi tersebut disambut antusias warga dan dilakukan untuk mempercepat herd immunity (kekebalan komunal) di Indonesia.
Tenaga kesehatan dari TNI Angkatan Udara (AU) dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi melakukan vaksinasi Covid-19 di Mal Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/7/2021). Serbuan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan TNI AU bersama Pemerintah Kota Bekasi tersebut disambut antusias warga dan dilakukan untuk mempercepat herd immunity (kekebalan komunal) di Indonesia. (Tribunnews/Herudin)

Baca juga: Penampakan Paru-paru Pasien Covid-19 yang Sudah Vaksin dan Belum, Ahli Jelaskan Perbedaannya

Saat varian Delta melonjak di awal musim panas, orang-orang yang tidak divaksin, maka 4,5 kali lebih mungkin terinfeksi daripada yang telah menerima vaksinasi dosis penuh.

Orang-orang yang tidak divaksin, menurut CDC, lebih dari 10 kali lebih mungkin dirawat di rumah sakit dan 11 kali lebih mungkin meninggal karena infeksi Covid-19 yang parah.

"Vaksinasi berhasil (mencegah infeksi Covid-19 parah). Intinya adalah, kita memiliki alat ilmiah yang dibutuhkan untuk membelokkan pandemi ini," kata Dr. Rochelle Walensky, direktur CDC dalam sebuah pengarahan di Gedung Putih.

Kendati demikian, seperti yang telah ditunjukkan data sebelumnya, perlindungan terhadap infeksi virus corona, studi menemukan adanya sedikit penurunan.

Kasus Covid-19 pada musim semi mencapai 91 persen, tetapi pada Juni dan Juli menjadi 71 persen.

Baca juga: Apa Efeknya jika Telat Dapat Suntikan Vaksin Covid-19 Dosis Kedua? Simak Penjelasannya

Ini adalah terobosoan yang disebabkan oleh vaksinasi lengkap, yang hanya menyumbang 14 persen dari rawat inap dan 16 persen kematian pada bulan Juni dan Juli.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved