Sosok Letkol Untung, Tokoh di Balik Peristiwa Gerakan 30 September 1965

Nama Letnan Kolonel Untung tak pernah lepas dari peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau yang biasa disebut G30S.

(DOK. KOMPAS)
Letkol Untung (kiri), pemimpin Gerakan 30 September 1965 dibawa masuk ke dalam sidang Pengadilan Mahmillub. 

Batalyon Sudigdo merupakan bagian dari Divisi Panembahan Senopati yang berbasis di Jawa Tengah bagian selatan. Banyak dipengaruhi paham-paham komunis./marxisme.

Batalyon tersebut diyakini terlibat dalam Peeristiwa Madiun 1948. Ketika Batalyon Sudigdo dibersihkan oleh pasukan Siliwangi, Kusman yang pangkatnya sudah sersan mayor meloloskan diri ke Madiun dan menjadi bagian kecil dari pemberontakan Madiun Affair 1948.

Setelah peristiwa Madiun dan Agresi Militer Belanda II, Kusman kembali ke Jawa Tengah dan mengganti nama menjadi Untung. Dirinya bergabung kembali dengan TNI dan pernah menjabat Komandan Batalyon Banteng Raider.

Pada 1949, dia bergabung di Batalyon 444 di Kleco, Solo sebagai komandan Kompi. Pada 10 Oktober 1950 berubah menjadi Brigade Panembahan Senopati.

Wilayahnya meliputi Surakarta dan berkedudukan di Surakarta. Pada Januari 1952 Brigade Panembahan Senopati berubah nama menjadi Resimen Infanteri 15.

Baca juga: Pahlawan Revolusi D.I. Pandjaitan, Korban G30S yang Pernah Gagalkan Penyelundupan Senjata untuk PKI

Karier Militer

Untung sempat ikut dalam Operasi 17 Agustus pada 1958 yang dipimpin Ahmad Yani.

Saat itu Untung masih menjadi Komandan Kompi dengan pangkat Letnan Satu.

Pada 1959, Untung kembali ke Jawa Tengah.

Setelah operasi selesai, Untung menjadi Komandan Batalyon 454/para Banteng Raiders Dipenogero, Srondol, selatan Semarang. Saat itu pangkatnya Mayor.

Sekitar 14 Agustus 1962, Untung diterjunkan ke daerah Sorong, Papua Barat.

Untung merupakan bagian dari Operasi Mandala yang dipimpin Soeharto.

Setelah operasi militer sukses, Untung mendapat kenaikan pangkat secara istimewa dari mayor ke Letnan Kolonel serta mendapatkan bintang jasa setelah memimpin pasukan gerilya menyerang tentara Belanda di Papua Barat.

Baca juga: Pahlawan Revolusi Lettu Pierre Tendean, Ajudan Jenderal AH Nasution yang Jadi Korban Peristiwa G30S

Selain itu, dirinya juga dipercaya untuk menjabat Komandan Batalyon I Kawal Kehormatan Resimen Cakrabirawa.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved