Breaking News:

Ketua IJTI Papua Barat: Karya Jurnalistik yang Dibuat Jurnalis Tak Bisa Sembarangan Dilabeli Hoaks

Ketua IJTI Papua Barat, Chanry Andrew Suripatty, mengatakan produk jurnalistik yang legal tidak boleh asal distempel hoaks oleh instansi terkait.

Istimewa
Ketua IJTI Pengda Papua Barat, Chanry Andrew Suripatty. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Ketua Ikatan Jurnalis TV Indonesia (IJTI) Papua Barat, Chanry Andrew Suripatty, mengatakan produk jurnalistik yang legal tidak boleh asal distempel hoaks oleh instansi terkait.

"Sebab, kemerdekaan pers adalah sebagian dari wujud kedaulatan rakyat yang harus dilakukan dengan prinsip demokrasi, keadilan dan supremasi hukum," ujar Chanry, kepada TribunPapuaBarat.com, Senin (13/9/2021).

Chanry mengatakan, tugas seorang jurnalis sudah jelas di dalam Pasal 2 UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Apabila ada kekeliruan dalam pemberitaan yang dimuat di media, maka berlaku pasal 1 angka 11, 12, dab 13 UUD 40 tahun 1999.

"Dan telah diatur kembali dalam pasal 5 ayat 2 yaitu hak jawab atau pasal 5 ayat 3 yaitu hak koreksi," kata Chanry.

"Yang menentukan apakah berita itu produk jurnalistik atau bukan maupun hoaks, hanya Dewan Pers. Sebagaimana diatur dalam pasal 15 UUD 40 tahun 1999."

Baca juga: Ketua PWI Papua Barat: Label Hoaks Tidak Semudah Itu Dipasang di Sebuah Karya Jurnalistik

Chanry menambahkan, apabila hak koreksi dan hak jawab tidak dilayani, maka bisa dilaporkan ke polisi sebagai pelanggaran pasal 18 ayat 2 dan menjadi pidana pers.

Di sisi lain, para jurnalis pun harus mematuhi Pasal 7 ayat (2) UU Pers, yakni memiliki dan mentaati kode etik jurnalistik yang disahkan Dewan Pers.

Hal ini merujuk pada kode etik jurnalistik 11 pasal yang ditetapkan 14 Maret 2006.

"Jika pemberian stempel hoaks oleh instansi di luar Dewan Pers, maka hal ini menjadi persoalan serius bagi kemerdekaan pers di Indonesia," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Safwan Ashari Raharusun
Editor: Astini Mega Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved