Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Peneliti Sebut Wanita Merespons Efek Samping Vaksin Covid-19 Lebih Kuat, Ini Alasannya

Para peneliti di CDC mengatakan wanita cenderung memiliki efek samping yang lebih kuat terhadap vaksin Covid-19 daripada pria.

Tribunnews/Herudin
Tenaga kesehatan dari TNI Angkatan Udara (AU) dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi melakukan vaksinasi Covid-19 di Mal Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/7/2021). Serbuan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan TNI AU bersama Pemerintah Kota Bekasi tersebut disambut antusias warga dan dilakukan untuk mempercepat herd immunity (kekebalan komunal) di Indonesia. 

Faktanya, 79 persen dari efek samping yang dilaporkan berasal dari wanita, meskipun hanya 61 persen dari vaksin yang diberikan kepada wanita.

Kejadian Umum

Hasil studi tersebut tidak mengkhawatirkan para ahli penyakit menular.

Mereka menunjukkan bahwa respons yang lebih kuat dari wanita terhadap vaksinasi lain telah terlihat selama bertahun-tahun.

Alasannya?

Para ahli menduga bahwa pada wanita, terutama wanita pramenopause, kadar estrogen membantu mengaktifkan respons kekebalan terhadap penyakit dan, oleh karena itu, terhadap vaksin.

Sebaliknya, pria memiliki lebih banyak testosteron, hormon yang agak meredam atau memperlambat respons yang sama.

Sederhananya, wanita pada umumnya memiliki respons yang lebih kuat terhadap vaksin karena tubuh mereka lebih cepat dan lebih kuat dalam hal mengaktifkan apa yang diperkenalkan oleh vaksin ke dalam tubuh.

“Penyakit menular pada umumnya selalu tentang respons kekebalan dan bukan bug-nya,” kata Dr. Larry Schlesinger , presiden dan kepala eksekutif Texas Biomedical Research Institute di San Antonio.

“Pada wanita, ada respons yang bersemangat dan lebih kuat [terhadap banyak vaksin],” katanya kepada Healthline.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved