PON XX Papua
Ini Sanksi Terberat bagi Peserta PON XX Papua yang Langgar Protokol Kesehatan Covid-19
Digelar saat pandemi Covid-19, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 dihelat dengan protokol kesehatan ketat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/PON-xx-2021-Papua.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 akan berlangsung pada 2-15 Oktober mendatang.
Digelar saat pandemi Covid-19, PON XX Papua dihelat dengan protokol kesehatan ketat.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah PON Papua, Suwarno.
Diketahui, selain Kota Jayapura, ada tiga kabupaten yang menjadi klaster penyelenggara perhelatan empat tahunan itu.
Baca juga: PON Papua 2021: Intip Sederet Fasilitas Canggih Berstandar Internasional di 8 Venue Ini
Ketiganya adalah Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.
"Hal ini berkenaan dengan pandemi Covid-19," kata Suwarno saat menyaksikan langsung simulasi penyambutan kontingen di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (18/9/2021).
Suwarno menjelaskan, protokol ketat itu antara lain pencegahan kerumunan.
Makanya, para anggota kontingen yang tiba di Papua akan mendapat izin hanya tinggal di tempat akomodasi dan di lokasi pertandingan.
"Mereka tidak boleh pergi ke mana-mana," kata Suwarno.
Menurut Suwarno, larangan tidak boleh ke mana-mana untuk menghindari munculnya klaster Covid-19 baru di PON XX Papua 2021.
Baca juga: Hanya 9 Provinsi yang Bersaing di Cabor Kriket dalam PON XX Papua 2021
"Sanksi terberat pelanggaran ini adalah mereka yang melanggar bisa dipulangkan," kata Suwarno.
Sementara itu, informasi terkini dari Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menunjukkan bahwa keputusan ada tidaknya penonton langsung selama laga PON XX Papua 2021 akan diambil pekan depan.
"Keputusan ditetapkan dalam rapat kabinet terbatas bersama Presiden Joko Widodo," ucap Zainudin Amali.
Sebelumnya, Zainudin Amali juga pernah menyebutkan bahwa hingga September 2021 berakhir, para pemangku kepentingan akan menuntaskan target vaksinasi 70 persen dari warga di sekitar lokasi pertandingan pada keempat klaster tersebut.
Cakupan vaksinasi pada empat klaster juga menjadi bahan pertimbangan rapat terbatas untuk menetapkan ada tidaknya penonton langsung. (*)
Baca juga: Perhelatan PON XX Papua Makin Dekat, BNPT Peringatkan Potensi Aksi Serangan Terorisme
Berita lainnya terkait PON XX Papua
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ini Sanksi Terberat Pelanggaran PON XX Papua 2021