Breaking News:

Pahlawan Revolusi Ahmad Yani, Jenderal Kesayangan Soekarno dan Target Utama Peristiwa G30S

Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani adalah salah satu pahlawan revolusi dan nasional Indonesia.

Tribunnews.com
Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani 

Setelah pendudukan Jepang pada 1942, Yani mengikuti pendidikan Heiho di Malang dan menjadi Tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor.

Baca juga: Letkol Untung, Sosok Komandan Pasukan Cakrabirawa yang Jadi Tokoh di Balik Peristiwa G30S

Prestasi Ahamd Yani

Berikut beberapa Prestasi Ahmad Yani selama berkarier di dunia militer:

  • Ahmad Yani menjadi salah satu pasukan yang berhasil menyita senjata Jepang di Magelang.
  • Pada saat Agresi Militer I, Achamd Yani diangkat sebagai Komando TKR Purworejo dan pasukannya berhasil menahan Belanda di daerah Pingit.
  • Pada saat Agresi Militer II, Achamd Yani dipercaya sebagai Komandan Wehrkreise II meliputi daerah pertahanan Kedu.

Pada saat Belanda mengakui kedaulatan Indonesia, Ahmad Yani bertugas di Tegal, Jawa Tengah dengan jabatan Letnan Jenderal.

Dirinya mendapatkan mandat untuk membentuk pasukan khusus yang diberi nama Benteng Raiders.

Pasukan tersebut bertugas untuk menghentikan pasukan DI/TII.

Baca juga: Cerita Sukmawati Bertemu Presiden Soekarno setelah Tragedi G30S: Ekspresi yang Tak Pernah Saya Lihat

Sekolah di Amerika dan Inggris

Berkat kecerdasan dan keberaniannya, Ahmad Yani dibiayai Angkatan Darat untuk memperdalam ilmu militer di Command and College Fort Leaven Worth, Kansas, USA selama sembilan bulan.

Setelah itu Yani juga mengikuti pendidikan selama dua bulan di Special Warfare Course di Inggris.

Ahmad Yani di Mata Istana

Dialnsir dari Historia, Yani memiliki reputasi yang sangat baik di mata Istana.

Saat pemberontakan PRRI (Pemerintah Revolusioner) terjadi di Sumatera Barat, Ahmad Yani yang saat itu berpangkat Kolonel berhasil mengamankan pemberontahan PRRI.

Kemudian dirinya menjabat kepala Staf Komando Operasi Tertinggi (KOTI) yang berada di bawah komando presiden.

Dalam waktu empat tahun sejak memimpin Operasi 17 Agustus di Padang, nama Yani terus melesat.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved