Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Dibanding Pfizer, Vaksin Moderna Disebut Hasilkan Antibodi Lebih Tinggi

Vaksin Covid-19 Moderna disebut menghasilkan antibodi yang lebih tinggi dibandingkan vaksin Pfizer.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Vaksinator menyiapkan vaksin dosis ketiga atau booster vaksin Moderna untuk tenaga kesehatan di RSUD Matraman, Jakarta Timur, Jumat (6/8/2021). Pemerintah menargetkan pemberian dosis ketiga kepada tenaga kesehatan rampung pada pekan kedua Agustus 2021. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Vaksin Covid-19 Moderna disebut menghasilkan antibodi yang lebih tinggi dibandingkan vaksin Pfizer.

Kedua vaksin tersebut sama-sama berbasis Messenger RNA (mRNA) namun dengan tingkat dosis minimum yang berbeda.

Vaksin Pfizer memiliki 30 mikrogram mRNA, sedangkan Moderna 100 mikrogram.

Dikutip dari laman Business Insider, Minggu (12/9/2021), sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 1.600 petugas kesehatan Belgia dan diterbitkan sebagai surat penelitian di Journal of American Medical Association pada 30 Agustus lalu, menemukan bahwa vaksin Moderna menghasilkan antibodi dua kali lebih banyak dibandingkan Pfizer pada enam hingga 10 minggu setelah vaksinasi.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Moderna, Simak Efikasinya dan Efek Samping yang Ditimbulkan

Seorang petugas kesehatan angkatan darat menunjukkan botol vaksin Pfizer-BioNTech untuk melawan virus corona Covid-19 di Kolombo pada 7 Juli 2021.
Seorang petugas kesehatan angkatan darat menunjukkan botol vaksin Pfizer-BioNTech untuk melawan virus corona Covid-19 di Kolombo pada 7 Juli 2021. (AFP/ISHARA S KODIKARA)

Para penulis penelitian tersebut menyampaikan tingkat mRNA yang lebih tinggi dalam vaksin Moderna serta interval yang lebih lama antara dosis satu dan dua, 'kemungkinan dapat menjelaskan perbedaan ini'.

Sebuah studi yang dilakukan University of Virginia dan diterbitkan sebagai surat penelitian di JAMA pada 2 September lalu, tidak menemukan perbedaan dalam respons antibodi di antara kelompok usia yang menggunakan vaksin Moderna.

Namun respons antibodi yang lebih rendah justru terjadi pada orang berusia 50 tahun ke atas yang menggunakan vaksin Pfizer.

Para peneliti mengatakan bahwa perbedaan ini kemungkinan berkaitan dengan jumlah mRNA dalam masing-masing vaksin.

Baca juga: Sinovac hingga Moderna, Ini 9 Jenis Vaksin Covid-19 di Indonesia yang Kantongi EUA dari BPOM

Respons antibodi hanya merupakan salah satu aspek dari sistem kekebalan, dan tingkat antibodi yang dibutuhkan untuk melindungi diri dari Covid-19 pun belum ditetapkan.

Perlindungan vaksin ini juga tergantung pada apakah respons antibodi mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved