Temui Warga yang Protes soal Bantuan Tangan Kasih di Kantor Walkot Sorong, Ini Kata Lambert Jitmau
Masyarakat yang ramai-ramai mendatangai kantor Wali Kota Sorong, Papua Barat, akhirnya bisa bertemu dengan Wali Kota Lambert Jitmau, Kamis (23/9/2021)
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Astini Mega Sari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Masyarakat-bertemu-dengan-Wali-Kota-Lambert-Jitmau.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Masyarakat yang ramai-ramai mendatangai kantor Wali Kota Sorong, Papua Barat, akhirnya bisa bertemu dengan Wali Kota Lambert Jitmau, Kamis (23/9/2021).
Diketahui, warga menggeruduk kantor Wali Kota Sorong lantaran nama mereka tak terakomodir dalam daftar penerima bantuan tangan kasih dari Provinsi Papua Barat.
Lambert menjelaskan, hingga kini pihaknya belum mendapatkan petunjuk mengenai bantuan tangan kasih.
Baca juga: Setelah Datangi Kantor Disnaker, Warga yang Kecewa Tak Dapat Bantuan Geruduk Kantor Wali Kota Sorong
"Bantuan ini bukan dari Gubernur, namun ini merupakan program nasional (pusat)," kata Lambert.
"Kalau dari Presiden, jangan pakai atas nama siapa-siapa. Itu tidak boleh."
"Gubernur bisa kasih bantuan kepada masyarakat, berarti saya bisa minta dari beliau. Tapi setahu saya bantuan tangan kasih dari Presiden," imbuhnya.
Lambert juga menambahakan, pihaknya telah menandatangani undangan untuk disebarkan ke penerima bantuan.
"Besok pagi semuanya sudah ke bank untuk mencairkan uang di sana," ucap Lambert.
Kendati demikian, ia mengingatkan warga yang sudah terdaftar sebagai penerima bantuan lain tak bisa mendapat bantuan tangan kasih.
Baca juga: Kecewa Namanya Tak Terakomodir dalam Daftar Penerima Bantuan, Ratusan Warga Geruduk Disnaker Sorong
Sementara itu, seorang warga yang ikut mendatangi kantor Wali Kota Sorong, Iriyanti Patiran (33) mengatakan, dirinya hanya ingin mengetahui kejelasan data penerima bantuan.
"Padahal, kita semua sudah lengkapi berkas mulai dari kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK) dan lainnya," ujar Iriyanti.
Sebelumnya ia sudah datang ke bank namun justru diarahkan ke Dinas Tenaga Kerja Kota Sorong.
"Akhirnya kita semua datang ke Kantor Wali Kota, karena di Dinas dari kemarin tidak ada kejelasan," tutur Iriyanti.
"Kita di sini tidak pernah mendapatkan bantuan, baik dari kota, provinsi dan pusat," imbuhnya.
Ia berharap pemerintah bisa memberikan perhatian dan kepastian mengenai bantuan bagi warga Kota Sorong. (*)