KKB Papua

17 Warga Berhasil Dievakuasi dari Kiwirok setelah TNI-Polri Kuasai Bandara Setempat

Situasi keamanan di Distrik Kiwirok mulai dapat dikendalikan oleh aparat gabungan TNI-Polri pascaaksi penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kodam XVII/Cendrawasih
Komando Operasi Gabungan (Koopsgab) TNI Papua mengevakuasi 9 dari 11 tenaga kesehatan dan 1 personel TNI korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Jayapura, Jumat (17/9/2021). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Situasi keamanan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, mulai dapat dikendalikan oleh aparat gabungan TNI-Polri pascaaksi penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) beberapa waktu lalu. 

Aparat keamanan sudah berhasil berhasil menguasai bandara setempat. 

Sebanyak 17 warga pun telah dievakuasi dari wilayah tersebut.

"Iya bandara sudah bisa kita kuasai," ujar Direskrimum Polda Papua, Kombes Faizal Ramadhani, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (25/9/2021).

Setelah Bandara Kiwirok dikuasai, akses penerbangan sudah mulai bisa dilakukan dengan lancar karena KKB mulai menjauh.

Baca juga: Warga Kiwirok Mengungsi karena Situasi Tak Kondusif, Wabup Pegunungan Bintang: Mereka Ketakutan

Pemukiman warga yang terbakar akibat ulah KKB di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.
Pemukiman warga yang terbakar akibat ulah KKB di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Sejak Jumat (24/9/2021) hingga Sabtu (25/9/2021) pagi ini, setidaknya sudah ada empat penerbangan yang berhasil masuk dan keluar DistrikKiwirok.

"Total sudah empat sorti (penerbangan), sudah 17 warga dievakuasi dan 31 personel berhasil masuk Kiwirok," katanya. 

Dengan jumlah tambahan tersebut, total sudah ada 66 personel yang berada di Distrik Kiwirok.

Dari jumlah itu, 56 orang berasal dari Satgas Nemangkawi dan 10 orang dari Polres Pegunungan Bintang.

Situasi keamanan di Distrik Kiwirok diketahui mulai terganggu sejak 13 September 2021.

Saat itu, KKB Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo, terlibat kontak senjata dengan aparat keamanan.

Baca juga: Keberadaan KKB di Kiwirok Belum Bisa Dipastikan, Kapolda Papua: Kita Lakukan Pembersihan di Sana

Dari kejadian tersebut, seorang anggota TNI mengalami luka tembak di bagian tangan, sedangkan Elly M Bidana, komandan operasi KKB Ngalum Kupel tewas dan dua anggota KKB lainnya terluka.

Setelah kontak senjata, KKB justru turun ke pusat kota Kiwirok dan membakar sejumlah fasilitas umum, seperti Puskesmas, sekolah, hingga kantor Bank Papua.

Dalam aksi tersebut, seorang nakes, Gabriella Maleani tewas dan empat nakes lainnya terluka.

Saat ini, 35 personel Satgas Nemangkawi telah berhasil masuk ke Kiwirok setelah berjalan kaki selama 30 jam dari Distrik Oksibil.

Pada Kamis (23/9/2021), Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri, menyatakan siap mengevakuasi masyarakat sipil yang ingin keluar dari Kiwirok selama situasi keamanan belum kondusif. (*)

Baca juga: Satgas Nemangkawi Masuki Distrik Kiwirok, Jalan Kaki 30 Jam hingga 4 Kali Baku Tembak dengan KKB

Berita lainnya terkait KKB Papua

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul TNI-Polri Kuasai Bandara Kiwirok, 17 Warga Berhasil Dievakuasi

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved