Breaking News:

Bupati Maybrat Minta Warganya Perlakukan 7 Guru dengan Baik: Tidak Boleh Ada Perbedaan Lagi

Yayasan Indonesia Mengajar mengirim tujuh tenaga pengajar ke Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Kompas.com
Saat pelepasan tujuh tenaga pengajar penempatan Kabupaten Maybrat, Papua Barat. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Yayasan Indonesia Mengajar mengirim tujuh tenaga pengajar ke Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Rencananya, ketujuh pengajar tersebut nantinya ditempatkan di satuan pendidikan dasar (SD). Dengan tujuan, untuk mengatasi kekurangan guru di Distrik maupun Kampung di wilayah Maybrat.

Bupati Maybrat Bernard Sagrim mengatakan, ketujuh guru ini akan mengabdi selama setahun.

Baca juga: 7 Guru Dikirim ke Maybrat Papua Barat, Bupati Bernard Sagrim: Saya Siap Beri Jaminan Keamanan

Bupati Maybrat usai menyerahkan ke tujuh guru ke pihak sekolah.
Bupati Maybrat usai menyerahkan ke tujuh guru ke pihak sekolah. (KOMPAS.com/MAICHEL)

 

Saat ini, kondisi keamanan di Maybrat telah kondusif pascatragedi penyerangan Posramil Kisor, dan pihaknya siap menjamin keamanan dari ketujuh guru itu.

"Kalau untuk jaminan keamanan, kita tetap memberikan perhatian," ujar Sagrim, kepada sejumlah awak media, Selasa (28/9/2021).

Nantinya, pihaknya akan melakukan koordinasi mulai dari Kepala Distrik serta perangkat sekolah, untuk tetap menjaga para guru tersebut.

"Mereka harus menjaga anak-anak ini seperti anaknya sendiri. Tidak boleh ada perbedaan lagi antara masyarakat dengan mereka," tuturnya.

Bahkan, kata Sagrim, untuk persoalan 'simbol' tertentu di Maybrat, jangan dijadikan sebagai alasan agar menjadi penghalang antara mereka di Kampung.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved