Breaking News:

Pasca Kebakaran di Manokwari, BPBD Papua Barat Tetapkan Masa Tanggap Darurat

Pasca kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah di Borobudur, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Kamis (30/9/2021) kemarin.

TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun
Kepala BPBD Provinsi Papua Barat, Derek Ampnir. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pasca kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah di Borobudur, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Kamis (30/9/2021) kemarin.

Pemerintah Provinsi Papua Barat, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), menetapkan masa tanggap darurat pertama 14 hari ke depan.

Hal tersebut disampaikan Derek Ampnir, Kepala BPBD Papua Barat, di Manokwari, Jumat (1/10/2021).

Baca juga: Borobudur Manokwari Masuk Lokasi Rawan Bencana, Kepala BPBD Papua Barat: Sangat Padat Penduduk

Kondisi rumah warga di Borobudur, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, terbakar.
Kondisi rumah warga di Borobudur, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, terbakar. (TribunPapuaBarat.com/HO)

 

"Kami telah melakukan asesmen, untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi korban kebakaran," ujar Ampnir.

Sesuai perintah Gubernur, kata dia, semua petugas akan dikerahkan hari ini untuk melakukan penanganan.

"Kami telah menyerahkan bantuan logistik sandang pangan, tempat tinggal yang layak, termasuk layanan kesehatan akan disediakan," ucap Derek.

Untuk lokasi pengungsi, rencananya semua akan dipusatkan di dua tempat seperti Gedung Wanita dan GOR Sanggeng Manokwari.

Namun, sebagian besar pengungsi telah berinisiatif mencari lokasi pengungsi di beberapa tempat fasilitas umum, termasuk rumah ibadah yang dekat dengan lokasi kebakaran.

Baca juga: Pasca-Kebakaran di Manokwari, Pemilik Hak Ulayat Minta Warga Tak Lagi Bangun Rumah di Area Tersebut

"Ada juga pengungsi telah ditampung di Polres Manokwari dan beberapa titik lainnya," kata Ampnir.

"Kita akan minta kepada para korban kebakaran, untuk bersedia ditempatkan di lokasi pengungsi yang terpusat,"

Sehingga, memudahkan penanganan bencana dan dalam rangka upaya mempercepat pemulihan.

"Rencananya sampai pengungsi bisa beraktivitas normal seperti biasanya," pungkasnya.(*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved