Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Apa Itu Teknologi mRNA yang Digunakan dalam Vaksin Moderna dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Simak penjelasan tentang teknologi mRNA yang digunakan dalam vaksin Covid-19 buatan Moderna dan Pfizer.

Tribunnews/Jeprima
Tampak pada gambar vaksin Covid-19 Moderna yang akan menjadi dosis ketiga atau vaksin booster dan jarum suntik bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (9/8/2021). Penyuntikan dosis ketiga itu dimaksudkan untuk memberikan proteksi tambahan kepada petugas kesehatan, terutama bagi yang merawat pasien Covid-19.?Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan?booster? vaksin untuk tenaga kesehatan (nakes) ditargetkan selesai pada minggu kedua Agustus 2021 dengan jumlah nakes yang menjadi prioritas penerima vaksin sebanyak 1.468.764 orang. 

MRNA dalam dua dosis vaksin Covid-19 memberi petunjuk kepada sel-sel tubuh Anda tentang cara membuat protein lonjakan yang khusus untuk virus corona baru.

Protein lonjakan ini ditemukan di permukaan virus.

Ia menggunakan protein lonjakan ini untuk menempel dan memasuki sel inang di tubuh Anda.

Ketika Anda mendapatkan vaksin Covid-19, sistem kekebalan Anda memproses informasi tentang lonjakan protein dan menghasilkan respons imun terhadapnya.

Ini termasuk produksi antibodi.

Vaksin bergantung pada aspek yang sangat penting dari sistem kekebalan Anda, yaitu fakta bahwa ia memiliki ingatan.

Setelah vaksinasi Anda, sistem kekebalan Anda terus menyimpan informasi tentang lonjakan protein.

Jika Anda terkena virus corona baru, sistem kekebalan Anda kemudian akan menggunakan informasi yang disimpan ini untuk merespons dan melindungi Anda dari virus.

Ini dapat membantu mencegah Anda jatuh sakit karena Covid-19 .

Keseluruhan proses kekebalan biasanya memakan waktu sekitar 2 minggu setelah dosis kedua vaksin.

Itulah mengapa Anda masih bisa tertular virus corona baru dan jatuh sakit jika terpapar segera setelah mendapatkan vaksin.

Baca juga: Alasan Mengapa Vaksin Covid-19 Lebih Berefek ke Wanita daripada Pria, Simak Penjelasannya

Mengapa vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna memerlukan dua dosis?

Pada dasarnya, dosis pertama vaksin memulai proses membangun perlindungan.

Dosis kedua bekerja untuk memperkuat perlindungan ini.

Berikut analogi untuk membantu menjelaskan hal ini:

Anda dan seorang teman mencoba memindahkan meja yang berat ke seberang ruangan.

Di antara Anda berdua, Anda bisa mendapatkannya sebagian.

Kemudian, beberapa teman lainnya melompat untuk membantu, dan Anda semua dapat melakukannya sepanjang waktu.

Vaksin yang membutuhkan lebih dari satu dosis bukanlah hal yang aneh.

Beberapa contoh vaksin lain yang merupakan bagian dari rangkaian multi-dosis meliputi:

- Vaksin measle-mumps-rubella (MMR)

- Vaksin hepatitis A dan hepatitis B

- Vaksin shingles

Baca juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 Moderna, Wanita Disebut Lebih Rentan daripada Pria

Berapa lama Anda harus menunggu di antara vaksinasi?

Untuk vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna, ada masa tunggu antara dosis pertama dan kedua.

Jangka waktu antara dosis tergantung pada vaksin yang Anda terima.

Pfizer-BioNTech: Anda menerima dosis kedua 3 minggu (21 hari) setelah dosis pertama Anda.

Moderna: Anda menerima dosis kedua 28 hari (4 minggu) setelah dosis pertama.

Mengapa Anda membutuhkan masa tunggu ini?

Dosis pertama membantu meningkatkan sistem kekebalan Anda.

Ini mengenalkannya ke protein lonjakan dan memungkinkannya menghasilkan respons imun kecil sebelum dosis kedua.

Waktu dibutuhkan untuk memungkinkan proses ini berkembang dengan baik.

Penting juga untuk tidak mendapatkan dosis kedua Anda terlalu dini, karena ini dapat memengaruhi keefektifan vaksin.

(TribunWow.com/Maria N)

Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Mengapa Perlu Dilakukan Dua Kali Penyuntikan dalam Vaksinasi Covid-19 Pfizer dan Moderna?

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved