Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Vaksin Moderna Dinilai Bisa Tingkatkan Antibodi yang Lebih Tinggi dari Pfizer, Simak Hasil Studinya

Beberapa penelitian menunjukkan dosis vaksin virus corona (Covid-19) Moderna dapat meningkatkan antibodi yang lebih tinggi dibandingkan Pfizer.

AFP/Fred Tanneau
Dalam arsip foto yang diambil pada 29 Juni 2021, seorang petugas medis memegang botol vaksin Moderna Covid-19 di Quimper, Prancis barat. Pengawas obat-obatan Eropa pada 23 Juli 2021, telah menyetujui penggunaan vaksin anti-coronavirus Moderna untuk anak-anak berusia 12 hingga 17 tahun, menjadikannya vaksin kedua bagi remaja untuk digunakan di benua itu. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Beberapa penelitian menunjukkan dosis vaksin virus corona (Covid-19) Moderna dapat meningkatkan antibodi yang lebih tinggi dibandingkan Pfizer.

Padahal dua vaksin ini menggunakan metode Messenger RNA (mRNA) namun dengan tingkat dosis minimum yang berbeda.

Perlu diketahui, vaksin Pfizer memiliki 30 mikrogram mRNA, sedangkan Moderna 100 mikrogram.

Baca juga: Fakta terkait Vaksin Covid-19 Moderna, Dinilai Ampuh Lawan Varian Baru Virus Corona Jenis Delta

Dikutip dari laman Business Insider, Minggu (12/9/2021), sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 1.600 petugas kesehatan Belgia dan diterbitkan sebagai surat penelitian di Journal of American Medical Association pada 30 Agustus lalu, menemukan bahwa vaksin Moderna menghasilkan antibodi dua kali lebih banyak dibandingkan Pfizer pada enam hingga 10 minggu setelah vaksinasi.

Para penulis penelitian tersebut menyampaikan tingkat mRNA yang lebih tinggi dalam vaksin Moderna serta interval yang lebih lama antara dosis satu dan dua, 'kemungkinan dapat menjelaskan perbedaan ini'.

Sebuah studi yang dilakukan University of Virginia dan diterbitkan sebagai surat penelitian di JAMA pada 2 September lalu, tidak menemukan perbedaan dalam respons antibodi di antara kelompok usia yang menggunakan vaksin Moderna.

Namun respons antibodi yang lebih rendah justru terjadi pada orang berusia 50 tahun ke atas yang menggunakan vaksin Pfizer.

Para peneliti mengatakan bahwa perbedaan ini kemungkinan berkaitan dengan jumlah mRNA dalam masing-masing vaksin.

Respons antibodi hanya merupakan salah satu aspek dari sistem kekebalan, dan tingkat antibodi yang dibutuhkan untuk melindungi diri dari Covid-19 pun belum ditetapkan.

Perlindungan vaksin ini juga tergantung pada apakah respons antibodi mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved