Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Penjelasan soal Vaksin Covid-19 Moderna, Lebih Berefek pada Wanita daripada Pria

Dalam uji klinis vaksin Covid-19 buatan Moderna terungkap bahwa nyeri di tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, serta nyeri sering dilaporkan

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Vaksinator menyiapkan vaksin dosis ketiga atau booster vaksin Moderna untuk tenaga kesehatan di RSUD Matraman, Jakarta Timur, Jumat (6/8/2021). Pemerintah menargetkan pemberian dosis ketiga kepada tenaga kesehatan rampung pada pekan kedua Agustus 2021. 

Data terbaru menyarankan wanita cenderung mengalami lebih banyak efek samping setelah vaksinasi.

Tidak jelas persis mengapa efek samping bisa berbeda antar jenis kelamin.

Beberapa ahli kesehatan menduga wanita lebih mungkin melaporkan efek samping, sementara yang lain percaya ada komponen biologis.

Beberapa orang juga melaporkan ruam kulit di lengan tempat mereka menerima suntikan - alias 'lengan COVID' .

“Ini adalah efek samping yang cukup umum dan mungkin berkaitan dengan bahan-bahan dalam vaksin yang dimaksudkan untuk mengajarkan sistem kekebalan bahwa sesuatu yang berbahaya sedang diperkenalkan,” jelas Dr. Anne Liu, dokter penyakit menular di Stanford Health Care.

Anafilaksis, reaksi alergi yang parah, tampaknya jarang terjadi.

Baca juga: Penjelasan Lengkap soal Vaksin Covid-19 Pfizer, Berifikasi 100 Persen pada Kelompok Usia 12-15 Tahun

Reaksi Lebih Intens setelah Dosis Kedua

Suntikan Moderna adalah vaksin messenger RNA (mRNA) yang mengajarkan sel kita untuk membuat sepotong protein SARS-CoV-2 dan meningkatkan respons kekebalan terhadapnya.

Dengan begitu, jika seseorang terkena Virus Corona, tubuhnya sudah tahu cara melawannya dan mencegah penyakit parah.

Dosis pertama dianggap "yang utama" dan melatih tubuh Anda untuk mengenali virus, menurut Swaminathan.

“Karena itu adalah paparan pertama, reaksinya cenderung ringan,” kata Swaminathan.

Dosis kedua, “penguat”, selanjutnya memperkuat tanggapan kekebalan.

“Karena pasien sudah 'melihat' vaksin dari suntikan pertama, penguat kedua adalah respons yang berlebihan untuk hal yang sama,” kata Swaminathan.

Penelitian juga menunjukkan reaksi lebih intens pada orang yang sebelumnya menderita Covid-19 karena mereka kemungkinan memiliki tingkat kekebalan yang sudah ada sebelumnya.

Baca juga: 8 Juta Dosis Vaksin Sinovac Tahap ke-29 Tiba di Indonesia

Bagaimana Reaksi Moderna Dibandingkan dengan Vaksin Lainnya?

Reaksi terhadap vaksin Moderna serupa dengan yang dilaporkan setelah vaksin Pfizer, yang juga merupakan vaksin mRNA.

Penerima vaksin Moderna dan Pfizer mRNA umumnya melaporkan nyeri di tempat suntikan dan kemerahan setelah dosis pertama, bersama dengan kelelahan dan nyeri sendi setelah dosis kedua.

“Reaksi terhadap vaksin mRNA tidak terlalu berbeda, tentu saja tidak sampai pada tingkatan di mana seseorang harus memilih satu atau yang lain berdasarkan efek samping,” kata Liu.

Dalam uji klinis, suntikan Johnson & Johnson dikaitkan dengan efek samping yang lebih ringan dibandingkan dengan suntikan mRNA.

“Karena Moderna dan Pfizer memerlukan dua suntikan dan sebagian besar efek samping berasal dari suntikan kedua, vaksin J&J mungkin memiliki efek samping yang sedikit lebih sedikit,” kata Swaminathan.

(TribunWow.com/Maria N)

Berita terkait Vaksinasi Covid-19 lainnya

Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang Vaksin Covid-19 dari Moderna, Efek Samping hingga Perbandingan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved