Breaking News:

Stok Vaksin BOPV Kosong, Dinkes Papua Barat Khawatirkan Ancaman Virus Lumpuh Layu pada Anak-anak

Sejak Februari 2021 hingga kini, vaksin atau imunisasi jenis Bivalent Oral Polio Vaccine (BOPV), mengalami kekosongan stok di seluruh Papua Barat.

TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun
Pengelola Imunisasi dan Vaksin Provinsi Papua Barat, Hendrik A Marisan. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Sejak Februari 2021 hingga kini, vaksin atau imunisasi jenis Bivalent Oral Polio Vaccine (BOPV), mengalami kekosongan stok di seluruh Papua Barat.

Hal tersebut diungkapkan Pengelola Program Imunisasi atau Vaksin, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Hendrik Marisan.

Kata Marisan, pihaknya telah berkali-kali menyurati pemerintah pusat (Kementerian Kesehatan).

"Mereka (Kemenkes) sudah tanggapi, namun sampai saat ini belum direalisasikan," ujar Marisan kepada TribunPapuaBarat.com, Senin (15/11/2021).

Akibat keterlambatan pengiriman vaksin, pihaknya belum bisa menjamin seluruh anak di Papua Barat, mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Pasalnya, waktu vaksinasi rutin bagi anak agar Papua Barat mencapai target IDL 93.6 persen di 2021, tidak cukup.

Baca juga: Stok Imunisasi Kosong, Kadinkes Papua Barat: Kita Sudah Upayakan

"Saya rasa dengan waktu yang hanya satu bulan ini tidak mungkin teman-teman di lapangan bisa mencapai IDL," tuturnya.

Berdasarkan rapat, harusnya petugas masih memiliki waktu hingga November, namun hingga dua pekan stok vaksin pun masih kosong.

Sekalipun dikirim sekarang, Marisan mengatakan sangat tidak mungkin petugas langsung jalan untuk melakukan vaksinasi bagi anak di kampung-kampung.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved