Breaking News:

Mamalia Dilindungi Terdampar di Perairan Tunas Gain Fakfak, CI Minta Masyarakat Waspada

Pemahaman masyarakat terkait perlakuan terhadap mamalia yang dilindungi pada sejumlah daerah di Papua Barat, masih sangat rendah.

dok Warga
Anak-anak di wilayah Tunas Gain, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Papua Barat naik di punggung mamalia yang dilindungi. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Pemahaman masyarakat terkait perlakuan terhadap mamalia yang dilindungi pada sejumlah daerah di Papua Barat, masih sangat rendah.

Hal tersebut terbukti seperti yang terjadi di Kampung Tunas Gain, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Selasa kemarin.

Paus yang biasanya dikenal dengan nama Bryde's Whale atau Balaenoptera Edeni, justru menjadi bulan-bulanan warga setempat untuk berpose dan lainnya.

Mamalia itu diketahui biasanya berada di kedalaman 300 meter, dan hidup di perairan yang hangat (tropis).

Conservation International (CI) Ismu Hidayat mengatakan, kejadian yang terjadi di Tunas Gain merupakan pelajaran bagi semua pihak.

Pasalnya, mamalia sepanjang 12.1 meter di Tunas Gain itu masuk dalam spesiesnya telah dilindungi.

"Dengan naik di atas tubuhnya justru membahayakan keselamatan mamalia yang telah dilindungi," ujar Hidayat, saat dihubungi TribunPapuaBarat.com, Rabu (17/11/2021).

Ia menjelaskan, siapapun yang membahayakan keselamatan mamalia yang dilindungi maka otomatis telah melanggar Undang-undang (UU) nomor 5 Tahun 1990.

Dimana, UU nomor 5 menyebutkan bahwa, barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran menangkap, melukai, dan membunuh satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup, maka dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved