Breaking News:

Kesaksian Danu soal Keterlibatan Banpol di Kasus Subang Dibantah, Ini Pembelaan Pengacaranya

Meski pihak kepolisian membantah kesaksian Danu dan sebut tak ada keterlibatan banpol, Pengacara Danu mengatakan yang dikatakan kliennya adalah fakta.

Tribun Jabar/Dwiky Maulana Vellayati
Kuasa hukum Yoris dan Danu, Achmad Taufan Soedirjo saat memberikan keterangan kepada wartawan di rumah kediaman korban di Desa Jalancagak, Kabupaten Subang, Rabu (20/10/2021). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Kasus pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23), ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, akan memasuki hari ke-100.

Namun, hingga sekarang polisi belum mengungkap pelaku di balik pembunuhan tersebut.

Sementara itu, sejumlah saksi telah memberikan kesaksiannya saat diperiksa polisi. Tak terkecuali Danu.

Dalam kesaksiannya, Danu mengatakan ada oknum banpol yang terlibat.

Meski pihak kepolisian membantah kesaksian Danu dan menyebut tak ada keterlibatan banpol, Pengacara Danu, Achmad Taufan Soedirjo mengatakan bahwa apa yang dikatakan kliennya merupakan fakta, dan dirinya memiliki bukti kuat.

"Oknum banpol itu fakta dan jelas ini temuan penting yang harus diperiksa dengan serius oleh kepolisian," ucap Achmad Taufan saat dihubungi, Jumat (19/11/2021), dikutip dari Tribun Jabar.

Oknum banpol yang dimaksud adalah banpol yang meminta Danu masuk ke TKP kasus Subang sehari setelah jasad korban ditemukan pada Kamis (19/8/2021). 

Baca juga: Bantah Keterlibatan Banpol di Kasus Subang, Polisi: Tak Ada Itu, TKP Dibuka dan Ditutup oleh Petugas

Oleh banpol itu, Danu juga diminta untuk menguras bak mandi dan di sana ia menemukan benda tajam berupa gunting dan cutter. 

Hal itulah yang diduga membuat banyak jejak dan sidik jari Danu ada di TKP. 

Namun, Danu baru mengatakan hal itu setelah dua bulan berjalannya kasus Subang dan telah membuatnya menjadi sorotan. 

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved