Breaking News:

Pemilik Hak Ulayat Minta Pertamina Manokwari Ganti Rugi: Jika Tidak Kami Palang

Masyarakat pemilik hak ulayat lahan mengancam akan memblokade Pertamina Manokwari, dan Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Rabu besok.

TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun
Suasana saat masyarakat pemilik hak ulayat tanah Pertamina, gelar aksi di depan Kejaksaan Tinggi Papua Barat. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Masyarakat pemilik hak ulayat lahan mengancam akan memblokade Pertamina Manokwari, dan Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Rabu besok.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Aksi Benny Saiba, saat berorasi didepan kantor Kejaksaan Tinggi Papua Barat.

"Silakan, kalian mau kasasi jalan hari ini atau sore, tapi tetap palang pun jalan," ujar Saiba, saat berorasi, Senin (22/11/2021).

Baca juga: Pertamina Kalah di Pengadilan, Pemilik Hak Ulayat Demo di Kejati Papua Barat

Ia menuturkan, mau lakukan upaya kasasi di ujung dunia pun pihaknya tetap palang.

"Kami punya tempat, termasuk kantor Kejaksaan Tinggi Papua Barat dan Pertamina, akan kita tutup," tegasnya.

Kata Saiba, pemilik hak ulayat tidak mempunyai tuntutan lain, sebab selama 41 tahun Pertamina beraktivitas di atas lahan mereka.

"Sebab jika siapapun bekerja dengan hati yang jujur, maka dia akan pindah sari satu tanda heran ke tanda heran lainnya," imbuhnya.

"Kami tetap mempertahankan keputusan Pengadilan Negeri Manokwari, yang telah memenangkan kami,"

Ia memberikan waktu hingga Rabu, agar Pertamina segera membayar ganti rugi Rp 404 milyar.

"Tolong diselesaikan, sebab sudah tidak ada jalan lain. Kamu mau tempuh jalan lain silahkan, kita tetap palang," pungkasnya.(*)

Berita terkait lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved