Breaking News:

Pertamina Kalah di Pengadilan, Pemilik Hak Ulayat Demo di Kejati Papua Barat

Sejumlah masyarakat adat pemilik hak ulayat tanah Pertamina Manokwari, menggelar aksi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Papua Barat.

TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun
Suasana saat masyarakat pemilik hak ulayat tanah Pertamina, gelar aksi di depan Kejaksaan Tinggi Papua Barat. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Sejumlah masyarakat adat pemilik hak ulayat tanah Pertamina Manokwari, menggelar aksi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Papua Barat.

Aksi tersebut dilakukan guna menuntut hak ganti rugi lahan yang harus dibayar dari Pertamina kepada masyarakat pemilik hak ulayat.

Pasalnya, berdasarkan hasil putusan Pengadilan Negeri Manokwari, menyatakan bahwa lahan sengketa kedua pihak itu dimenangkan oleh masyarakat adat setempat.

Baca juga: Pasca-Kebakaran di Manokwari, Pemilik Hak Ulayat Minta Warga Tak Lagi Bangun Rumah di Area Tersebut

Koordinator aksi Benny Saiba mengatakan, masyarakat yang datang di Kejaksaan Tinggi Papua Barat, hanya semata-mata untuk menuntut haknya.

"Tanah itu seluas 41 meter persegi, yang telah digunakan oleh Pertamina selama 41 tahun," ujar Saiba, kepada awak media, Senin (22/11/2021).

Ia menuturkan, sebagian besar dari luas lahan tersebut hingga kini belum dibayarkan.

Selma ini, masyarakat pemilik hak ulayat telah menempuh jalur hukum.

"Dari upaya hukum di Pengadilan Negeri Manokwari, telah ditetapkan bahwa kemenangan ini ada di masyarakat," tuturnya.

Ia menjelaskan, aksi yang dilakukan hari ini tidak ada unsur anarkis dan lainnya, semuanya hanya minta kepastian pembayaran ganti rugi oleh pihak Pertamina.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved