Breaking News:

Vaksinasi Covid19

10 Jenis Vaksin Covid-19 di Indonesia yang Kantongi EUA dari BPOM, Moderna hingga AstraZeneca

Total ada 10 jenis vaksin Covid-19 di Indonesia yang telah mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari BPOM.

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 - Total ada 10 jenis vaksin Covid-19 di Indonesia yang telah mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari BPOM. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Total ada 10 jenis vaksin Covid-19 di Indonesia yang telah mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan atau BPOM.

Hal ini dapat menjadi alternatif untuk digunakan dalam program vaksinasi kepada masyarakat agar meningkatkan target cakupan vaksinasi.

Masyarakat diharapkan untuk menyukseskan program vaksinasi sebagai senjata bagi setiap individu dalam melawan Covid-19 dan untuk bersama-sama membangun herd immunity.

Berikut adalah 10 jenis vaksin Covid-19 yang telah mendapat izin penggunaan darurat dari BPOM:

1. Sinovac

Vaksinator menyiapkan vaksin Sinovac untuk disuntikan kepada siswa SMAN 20 Jakarta, Kamis (1/7/2021). Pemprov DKI Jakarta memulai vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 12-17 tahun dengan menggunakan vaksin Sinovac. Rencanannya, vaksinasi bagi kelompok usia anak-anak itu ditargetkan mencapai 1,3 juta orang di Jakarta.
Vaksinator menyiapkan vaksin Sinovac untuk disuntikan kepada siswa SMAN 20 Jakarta, Kamis (1/7/2021). Pemprov DKI Jakarta memulai vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 12-17 tahun dengan menggunakan vaksin Sinovac. Rencanannya, vaksinasi bagi kelompok usia anak-anak itu ditargetkan mencapai 1,3 juta orang di Jakarta. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Vaksin Sinovac adalah vaksin Covid-19 pertama di Indonesia yang mendapat izin penggunaan darurat dari BPOM. EUA diterbitkan oleh BPOM pada hari Senin, 11 Januari 2021.

Izin penggunaan darurat terhadap Sinovac diberikan setelah BPOM mengkaji hasil uji klinis tahap III vaksin yang dilakukan di Bandung.

BPOM juga mengkaji hasil uji klinis vaksin Sinovac yang dilakukan di Turki dan Brasil. Dari hasil analisis terhadap uji klinis fase III di Bandung menunjukkan efikasi vaksin Covid-19 Sinovac sebesar 65,3 persen.

Vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac Research and Development Co.,Ltd ini diberikan dua dosis. Jumlah setiap dosisnya 0,5 ml, dengan interval minimal pemberian antar dosis adalah selama 28 hari.

Baca juga: Kata Kemenkes soal Antibodi Vaksin Covid-19 Sinovac yang Disebut Menurun setelah 6 Bulan

2. Vaksin Covid-19 Bio Farma

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved