Bertemu Pimpinan Tribun Network, Bupati Hermus Indou Perkenalkan Historis Manokwari
Bupati Manokwari Hermus Indou memperkenalkan sejumlah historis yang ada di daerahnya kepada Pimpinan Tribun Network.
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Astini Mega Sari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Pimpinan-Tribun-Network-bertemu-Bupati-Manokwari-Hermus-Indou.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Bupati Manokwari Hermus Indou memperkenalkan sejumlah historis yang ada di daerahnya kepada Pimpinan Tribun Network.
Hal tersebut disampaikan Indou dengan harapan, agar bisa terekspos dengan baik sehingga masyarakat di luar Tanah Papua pun bisa mengetahuinya.
Kata Indou, pihaknya sangat berterimakasih sebab Tribun Network telah berpartisipasi untuk memajukan pembangunan di Manokwari.
"Manokwari, merupakan salah satu daerah di Tanah Papua, yang telah memiliki historis cukup panjang," ujar Indou, kepada para pimpinan Tribun Network, Rabu (1/12/2021).
Baca juga: Dukung Jaringan Tribun Network Masuk di Papua Barat, Ini Harapan Bupati Manokwari Hermus Indou
Pasalnya, Manowakwari menjadi tanah peradaban umat Kristen di Tanah Papua.
Pulau Mansinam, Manokwari, menjadi saksi hadirnya dua misionaris asal Eropa.
"Mereka ke Manokwari untuk memberitakan Injil untuk seluruh orang Papua," tutur Indou.
Sebelumnya, kedua misionaris tersebut meminta izin melalui Kesultanan Tidore dan Ternate.
"Padahal Kesultanan Ternate dan Tidore mereka di sana sangat kental dengan simbol Islam," ucapnya.
Indou mengatakan, Manokwari adalah kota religi, kota peradaban, dan Kota Injil di Tanah Papua.
"Kita bisa artikan, bahwa Manokwari adalah Kota Kasih Karunia dan penuh dengan keberagaman," ucap Indou.
"Di Manokwari, masyarakat bisa hidup berdampingan antara agama serta suku satu dan lainnya."
Baca juga: Luncurkan Tribun-Papua.com, CEO Tribun Network: Kita Ingin Berita Papua Ditulis oleh Orang Papua
Indou mengatakan historis di Manokwari merupakan sesuatu yang unik dan perlu untuk terus dieksplor.
"Injil masuk di Tanah Papua semua itu tidak terlepas dari saudara-saudara kita yang Islam di Tidore dan Ternate," kata Indou.
Indou berharap nilai historis yang ada di Manokwari tetap dijaga karena itu adalah kekayaan bagi masyarakat di Tanah Papua.(*)