Breaking News:

Lakukan Pemalangan di Pertamina Fuel Manokwari, Pemilik Hak Ulayat Tuntut Ganti Rugi Rp 404 Miliar

Lahan Pertamina Fuel Terminal Manokwari, Papua Barat, diblokade massa pemilik hak ulayat, dengan kayu dan bahan material berupa tanah.

(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)
Kondisi di depan Pertamina Fuel Manokwari yang di palang warga. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Lahan Pertamina Fuel Terminal Manokwari, Papua Barat, diblokade massa pemilik hak ulayat, dengan kayu dan bahan material berupa tanah, Senin (13/12/2021).

Aksi tersebut dilakukan lantaran hingga kini massa merasa tak mendapatkan kejelasan dari pihak Pertamina, pascaputusan Pengadilan Negeri Manokwari.

Koordinator aksi Benny Saiba mengatakan, aksi tersebut guna menuntut tanah yang digunakan untuk mendirikan Pertamina Manokwari.

"Tanah ini sudah digunakan oleh pihak Pertamina selama 41 tahun secara cuma-cuma," ujar Saiba kepada sejumlah awak media, Senin.

Kondisi di depan Pertamina Fuel Manokwari.
Kondisi di depan Pertamina Fuel Manokwari. ((TribunPapuaBarat.com/Safwan Raharusun))

Baca juga: Pertamina Beri Penjelasan Terkait Krisis BBM 2 Bulan di Raja Ampat

Ia berujar, selama beraktivitas di Manokwari, Pertamina tak pernah melakukan upaya ganti rugi kepada pemilik hak ulayat.

Apalagi hasil keputusan Pengadilan Negeri Manokwari mengenai permasalahan tersbeut dimenangkan oleh masyarakat.

"Kami sudah menang di pengadilan bahkan mengakui kemenangan dari pemilik hak ulayat lahan Pertamina," tuturnya.

Massa menuntut Pertamina Fuel Manokwari membayar ganti rugi atas tanah 41 meter persegi yang digunakan oleh perusahaan.

Baca juga: Pemilik Hak Ulayat Minta Pertamina Manokwari Ganti Rugi: Jika Tidak Kami Palang

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved