Breaking News:

Hari Ibu 2021, Aktivis Perempuan Sebut Masih Banyak Wanita di Papua Barat Jadi Korban Kekerasan

Aktivis perempuan Yuliana Numberi menyebut hingga saat ini masih banyak perempuan di Indonesia, khususnya Papua Barat, yang menjadi korban kekerasan

(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)
Aktivis perempuan di Papua Barat, Yuliana Numberi. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Aktivis perempuan di Papua Barat Yuliana Numberi menilai peringatan Hari Ibu yang jatuh pada Rabu (22/12/2021) harus bisa menjadi momentum untuk merefleksi kembali nasib perempuan di Indonesia, termasuk Papua Barat.

Ia menyoroti latar belakang lahirnya Hari Ibu yang berawal dari Kongres Perempuan di Yogyakarta tahun 1928.

Yuliana mengatakan, momentum kongres itu bertujuan untuk mengangkat harkat dan martabat perempuan di Indonesia.

Baca juga: Suami di Palembang Bakar Istrinya Hidup-hidup, Berawal dari Masalah Uang Rp 100 Ribu

Ia berujar, dalam momentum itu ada sebuah deklarasi terkait kesetaraan dan emansipasi gender.

Hanya saja, hingga saat ini masih banyak perempuan di Indonesia, khususnya Papua Barat, yang menjadi korban kekerasan.

Baik kekerasan secara fisik maupun psikis.

"Sayangnya, sebagai aktivis perempuan saya melihat kekerasan terhadap perempuan di Papua Barat masih sangat tinggi," ujar Yuliana saat dihubungi TribunPapuaBarat.com, Rabu (22/12/2021).

"Korban kekerasan masih banyak terjadi bagi perempuan di Papua Barat dari kalangan bawah," tuturnya.

Baca juga: Kasus Suami Aniaya dan Sebarkan Video Istrinya di Grup Komite Sekolah, Polisi Ungkap Motif Pelaku

Kendati demikian Yuliana mengungkapkan bahwa masih banyak perempuan korban kekerasan yang tak melapor ke aparat keamanan.

"Kekerasan fisik sangat tinggi di Papua Barat, namun malah korbannya banyak tidak melapor," ungkap Yuliana.

Ia menilai para penegak hukum belum memberikan restorasi justice terhadap kaum perempuan terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Harusnya, penegak hukum memberikan ruang kepada perempuan terkait penanganan kasus, sehingga bisa memberikan kepastian," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved