Breaking News:

Gubernur Papua Barat Minta 1.000 Tamtama Otsus, Panglima TNI: Saya Tawarkan 2.000

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa merekomendasikan Gubernur Papua Barat untuk menambah kuota Tamtama TNI jalur Otsus sebanyak 2.000 orang.

(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa di Korem 181/PVT Kota Sorong, Kamis (23/12/2021). 

Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa merekomendasikan Gubernur Papua Barat untuk menambah kuota Tamtama TNI jalur Otsus sebanyak 2.000 orang.

Permintaan tersebut mengingat jumlah personel TNI AD di jajaran Kodam XVIII/Kasuari masih jauh di bawah rata-rata.

"Menurut saya Gubernur Papua Barat sangat proaktif beliau ingin masyarakatnya lebih banyak masuk di TNI AD," ujar Andika, kepada sejumlah awak media, Kamis (23/12/2021).

Baca juga: Pasca-Penyerangan Posramil Kisor, Panglima TNI Sebut Prajurit di Daerah Rawan akan Dipersenjatai

Andika mengatakan, tahun 2020 sebanyak 1.000 anak-anak Papua Barat diterima melalui jalur Bintara Otsus.

Ia berujar, Gubernur Papua Barat ingin melanjutkan program Otsus di tahun 2022 dengan jumlah Tamtama 1.000 orang.

"Saya akan membantu untuk memberikan rekomendasi kepada Menteri Pertahanan," tutur Andika.

Mantan KSAD itu mengatakan memang diperlukan percepatan penambahan kuota prajurit TNI AD di Papua Barat.

Pasalnya, personel TNI AD yang ada di Papua Barat hanya sekitar 35 persen.

Baca juga: Janji Perbaiki Penanganan Konflik Papua, Panglima TNI Jenderal Andika: Saya akan Evaluasi

"Kebutuhannya harus 100 persen, sementara di sini hanya 35 persen. Kita kalah sama daerah lain di Indonesia," ucap Andika.

"Jumlah personel di Papua Barat, termasuk yang paling parah. Harusnya satu Korem punya sepuluh Kodim, di sini kita punya dua Korem tapi punya lima Kodim."

Jadi, kata Andika, Papua Barat memang butuh penambahan personel dalam jumah banyak.

"Saya tawarkan, kalau Gubernur mampu jangan hanya 1.000, dia harus diberikan kuota 2.000 orang," pungkasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved