Kasus Sampo Palsu di Tangerang, Gunakan Bahan Soda Api, Alkohol hingga Lem
Polda Banten mengungkap produksi sampo dan minyak rambut palsu di Pakuhaji, Kabupaten Tangerang pada Selasa (28/12/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Polisi-saat-menunjukan-sampo-palsu.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Kasus produksi sampo dan minyak rambut palsu di Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten berhasil diungkap polisi pada Selasa (28/12/2021).
Polisi menyita ribuan renteng saset sampo dan minyak rambut palsu siap edar sebagai barang bukti saat melakukan penggerebekan.
Polisi menetapkan HL (28) warga Medan, Sumatera Urata, sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
HL menggunakan merek sampo terkenal agar sampo racikannya cepat terjual.
Baca juga: Pabrik Sampo Palsu di Tangerang Digerebek Polisi, Pelaku Raup Untung Rp 200 Juta per Bulan
Gunakan Lem hingga Soda Api
Penyidik Ditreskrimsus Polda Banten mengamankan bahan baku pembuatan sampo.
Ternyata sampo-sampo itu diracik dengan sejumlah bahan berbahaya.
Seperti soda api, alkohol dengan kadar 96 persen, lem, pemutih, bahan pengawet dan pewarna makanan.
Kasubdit Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten Kompol Condro Sasongko mengatakan, penggunaan sampo secara terus menerus akan mengakibatkan iritasi pada kulit kepala hingga membuat rambut rontok.
"Terganggu kesehatannya karena iritasi maupun kelainan di bagian kulit," kata Condro kepada wartawan di Mapolda Banten, Jumat (31/12/2021).
Baca juga: Polisi Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Pontianak, Sebut Perputaran Uangnya Capai Rp 3,2 Miliar
Condro menjelaskan, komposisi bahan baku yang digunakan dengan apa yang tertulis di kemasan tidak sesuai.
Apalagi, HL selaku aktor intelektual dari bisnis sampo palsu tidak memiliki keahlian khusus.
Pria yang dapat keuntungan Rp 200 juta per bulan itu hanya belajar dari YouTube untuk membuat sampo palsu.
Uji Laboratorium
Untuk memastikan secara detail kandungan sampo hingga dampak kesehatan, penyidik juga akan melakukan uji laboratorium.
Apalagi, sampo tersebut sudah beredar di sejumlah wilayah selama tiga tahun terakhir.
"Untuk memastikan lagi, bisa saja penyidik akan melakukan uji laboratoris," jelas Condro. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Sampo Palsu Diracik Pakai Soda Api hingga Lem