Breaking News:

Oknum Pengacara Diduga Lakukan Penistaan Agama saat Aksi di Kejari, Ini Tanggapan MUI Sorong

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sorong, sesalkan nada Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA), yang dikeluarkan seorang oknum Pengacara.

TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun
Ketua MUI Kota Sorong Abdul Manan Fakaubun. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sorong, sesalkan dugaan penistaan agama yang dilakukan seorang oknum Pengacara di depan Pengadilan Negeri Sorong.

Ketua MUI Kota Sorong Abdul Manan Fakaubun mengatakan, jika ada persoalan itu berada dalam konteks hukum, tidak boleh kaitkan ke Agama.

Ia menyesalkan, adanya perkataan terkait dengan musholla, kemudian sholat dan lainnya.

"Islam tidak pernah mengajarkan kita untuk membungkam hal-hal yang sifatnya zalim," tutur Fakaubun, kepada awak media, Selasa (4/1/2022).

Dia berujar, justru Islam menyerukan agar mengatakan yang hak itu hak, dan bathil itu bathil.

"Ini persoalan lain kenapa malah dikaitkan dengan agama, musholla dan lainnya," tuturnya.

"Terkait pemindahan keenam tersangka ke Sulawesi Selatan, itu adalah rana pengadilan dan kejaksaan, jangan gabungkan ke agama."

Fakaubun menilai, bahasa yang dilontarkan oleh salah satu oknum pengacara di depan Pengadilan kemarin, telah masuk dalam unsur penistaan agama Islam.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved