Breaking News:

Melihat Peluang Timnas Indonesia di Piala AFF U-23 2022, Ini 3 Masalah Besar yang Perlu Dihadapi

Timnas Indonesia masih memiliki 3 masalah besar yang masih harus diselesaikan saat berhadapan dengan lawan-lawan mereka di Asia Tenggara.

Instagram @Rizkyridhoramadhani
Starting eleven Timnas Indonesia dalam pertandingan Piala AFF 2020, dari kiri Rizky Ridho, Ricky Kambuaya, Witan Sulaeman, Fachruddin Aryanto, Ezra Walian, Ramai Rumakiek, Pratama Arhan, Alfeandra Dewangga, Rachmat Irianto, Asnawi Mangkualam (c) dan Nadeo Agrawinata. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Penampilan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 mendapat apreasiasi karena melebihi ekspektasi publik sepakbola di tanah air.

Kendati demikian penampilan skuad Garuda Muda itu membuat sang pelatih, Shin Tae-Yong senang.

Timnas Indonesia masih memiliki 3 masalah besar yang masih harus diselesaikan saat berhadapan dengan lawan-lawan mereka di Asia Tenggara.

Masalah itu antara lain, kualitas penyerang yang jadi posisi paling lemah di skuad timnas Indonesia, intensitas pressing yang menurun di babak kedua, dan jumlah gol yang bersarang ke gawang timnas.

Untuk masalah pertama, mungkin Shin Tae-Yong masih bisa memaksimalkan para pemain dibelakang striker tengah sebagai sumber gol.

Baca juga: Puji Mentalitas Timnas Indonesia, Ong Kim Swee: Harus Diadopsi Pesepakbola Malaysia

Pesepak bola Timnas Indonesia, Irfan Jaya (kedua kanan) menyundul bola disaksikan rekannya, Pratama Arhan (ketiga kanan) dalam laga terakhir Grup B Piala AFF 2020 antara Malaysia melawan Indonesia di Stadion Nasional, Singapura, Minggu (19/12/2021) malam. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-4 (1-2) untuk kemenangan Timnas Indonesia.
Pesepak bola Timnas Indonesia, Irfan Jaya (kedua kanan) menyundul bola disaksikan rekannya, Pratama Arhan (ketiga kanan) dalam laga terakhir Grup B Piala AFF 2020 antara Malaysia melawan Indonesia di Stadion Nasional, Singapura, Minggu (19/12/2021) malam. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-4 (1-2) untuk kemenangan Timnas Indonesia. (AFP/Roslan RAHMAN)

Namun para penyerang tengah Indonesia terlihat belum mampu menjalankan taktik yang diinginkan Shin Tae-Yong sebagai tembok pertama saat skema serangan balik dimulai.

Masalah ini jelas terlihat di babak semifinal dan final lawan Singapura dan Thailand, di mana serangan balik Indonesia dengan mudah dapat digagalkan karena tidak memiliki sosok tembok pertama sebelum diselesaikan oleh Witan, Irfan Jaya, atau Ricky Kambuaya.

Stok penyerang Liga 1 sendiri yang mampu memerankan role tersebut sangat terbatas sekali, sehingga memusingkan Shin Tae-Yong.

Masalah kedua terkait intensitas sepertinya sudah diketahui oleh publik sepakbola Indonesia.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved